Showing posts with label Jalan-jalan. Show all posts
Showing posts with label Jalan-jalan. Show all posts

Wednesday, October 14, 2015

Holiday at Water Kingdom - Family Aquatic Adventure Park



Alhamdulillah...
Liburan Atha kali ini, Rabu 14 Oktober 2015 (Libur Tahun Baru 1437 H) ke Water Kingdom Mekarsari. 
Bersama 'Ibu Bambang & Family'. Diantaranya ada: Bu Ti, Mas Hafizh, Mas Biyan, Pak De Yono, Bu De Arini, Mas Al, Mba Kila, Om Ponco, Tante Winda dannn sikecil gantenk adek Radinka.

Biarpun terbilang dekat dari rumah (lebih kurang 20 menit), namun ini adalah pertama kalinya Atha, juga Ayah dan Bunda pergi ke Water Kingdom.

Tiket masuk holiday @95.000,-
Jumlah pengikut ada 12 orang, tetapi karena ada promo tiket di Booklet Beli 1 Gratis 1, maka kita cukup bayar untuk 6 orang saja. Lumayan Khaaannn... :D


Sayang yang ulang tahun di bulan ini Bu De Arini dan Mas Al, tidak bawa kopi KTP/ KK, jadi gratis tiketnya untuk yang berulang tahun tidak bisa dimanfaatkan.

Tak apa, yang penting kita nyeburrr rame-rame.
Wahana-wahana air disini beragam dan mengasyikkan untuk anak-anak.
yang Atha nikmati wahananya:

1. Kiddy Pool
Kolam renang yang dilengkapi berbagai macam mainan akan membuat si kecil betah untuk berlama-lama di kolam ini, ditambah lagi setiap 5 menit sekali akan ada air yang dijatuhkan dari ember raksasa dari ketinggian lebih dari 4 meter.

2. Lazy River
Bersantai, bermalas-malasan mengikuti arus air di sungai buatan sepanjang 600 meter, dengan lebar 4,5 meter dan kedalaman 1,2 meter sungguh menyuguhkan kenikmatan tersendiri.
Sesekali percikan air membasahi wajah dan tubuh, memberikan rasa sejuk dan kenyamanan. Gerakan air yang mengayun lambat, di antara gemercik air dan pekikan kegembiraan, sungguh menyenangkan.
Dilakukan sendiri maupun bersama-sama, bermalas-malasan di air, sama menyenangkannya. Berbagai cerita lucu dan seru, sambil bersenda gurau dapat dilakukan di atas tube yang nyaman.
Mengalir mengikuti kemana air mengalir, bukan hanya sebuah rangkaian kata bijak. di kawasan Lazy River  dengan area seluas 2689.37 meter persegi, kenikmatannya akan membuat sebagian waktu anda dihabiskan di wahana ini.

Menikmati 2 wahana itu saja sudah sangat membuat Atha kelelahan. Karena di sini, tidak hanya liburan sambil rekreasi saja, tetapi juga bermain, olah raga, kebugaran, keberanian dan tentunya kebersamaan dengan keluarga menjadi lebih nikmat.

Tidak ketinggalan, tingkah polah Atha yang 'diluar dugaan'
yang membuat kami deg-degan, bahkan nyaris 'jantungan' membuat hari-hari berlibur bersama Atha menjadi lebih berwarna diantaranya; 

1. Tidak sabar nungguin Ayah-Bunda ganti baju, Atha sudah berlarian di kolam renang, dan tiba-tiba nyebur ke kolam yang lebih dalam. otomatis, Atha langsung 'keblebek", beruntung ada orang disekitar yang membantu menyelamatkan. Ayah yang masih pakai celana jeans dan jaket juga otomatis ngejar dan nyemplung. alhasiiilll basah ria. Athaa...atha... 
2. Saat semua sedang berkumpul di Cabana 42, baru dalam hitungan kurang dari 3 menit, Atha sudah menghilang. semua panik saat Atha tahu-tahu sudah naik ke atas papan seluncur (naik dari bawah). semua yang ada di sekitar lokasi berteriak. Untung, petugas kolam renang sigap berlari.

Demikian berakhirlah jalan-jalan Atha dan keluarga kali ini.
Sampai jumpa di 'jalan-jalan' Atha berikutnya.
Byeee.....

Saturday, May 09, 2015

Lain dulu lain sekarang

Ternyata setelah 2 tahun tidak lagi pernah naik kereta api untuk perjalanan jauh (antar propinsi), rupanya KAI sudah benar-benar lain, lain dulu lain sekarang.

Terakhir saya naik KAI pada Desember 2012 dalam rangka pindahan dari rumah Kendal ke Metland-Cileungsi bersama Atha dan Mba Ti (pengasuh Atha). Tiket yang diambil kereta Bisnis, kondisinya didalam kereta panas, berdebu, kotor, pendinginnya dari beberapa Kipas angin di dalam satu gerbong, bau pesing. Intinya kurang nyaman untuk anak kecil (rewel karena kepanasan).

Hari ini saya memesan 4 tiket untuk 3 orang (saya, suami dan Atha) perjalanan dari St.Pasar Senen (Jakarta) ke Stasiun Nganjuk (Jawa Timur). Harga tiket kereta Ekonomi masing-masing @Rp90.000,-
Kondisi kereta yang sekarang, sudah sangat jauh berbeda.

Kini kereta sudah dipasangi 6 buah AC dalam satu gerbong. Dalam 1 gerbong ada 109 kursi peenumpang yang hampir semua sudah terisi. Pintu dan jendela juga tertutup sehingga didalam kereta bersih. Bau pesing juga sudah tidak tercium lagi, ada juga colokan listrik dibawah tempat minum dan kantong kresek untuk mengumpulkan sampah. Jadi, selama diperjalanan tidak usah mematikan HP karena khawatir kalau-kalau saat kereta sampai di tujuan baterei sudah lowbath sehingga kesulitan untuk menghubungi keluarga/ orang yang akan menjemput.

Di foto, Anda bisa melihat sendiri bagaimana dinginnya kondisi di dalam kereta. Atha yang tertidur pulas sampai-sampai ditambahin syal+jaket+baju ayah untuk menghangatkan. Karena saya tidak membawa kaos kaki jadinya kaki saya masukkan ke dalam tas (hmmm... Cukup membantu menghangatkan).

Sooo... Buat Anda yang hendak bepergian dengan moda transportasi Kereta Api, tidak usah gengsi menggunakan jenis KA Ekonomi. Karena fasilitasnya sudah memadai. Jangan lupa, persiapan:
1. Membeeli tiket jauh hari sebelum keberangkatan (saya memesan tiket sekitar sebulan sebelumnya)
2. Membawa Jaket, sarung tangan, kaos kaki, syal.

Terakhir, Anda tidak usah lagi membawa kipas seperti saya heee..., karena sudah pasti tidak akan terpaka.

Salam

Arinday Atha
Sms, Wechat : 081575004141
PIN BB : 277AD653
http://arinday-atha.blogspot.com
http://buku-second.blogspot.com

Monday, November 03, 2014

Atha Goes to Bogor Botanic Gardens


Sabtu kemarin, tanggal 1 Nopember 2014 jadilah Atha sama Ayah sama Bunda liburan ke Kebun Raya Bogor.
Pemilihan lokasi liburan ini bukan tanpa alasan, kami ingin memperkenalkan dan memberikan sensasi rasa petualangan barunya pada bermacam jenis angkutan yang akan kami naiki al:
1. Jam 6 pagi, start dari rumah naik motor sampai perempatan Cileungsi (sebelum fly over)
2. Jam 7, kami sudah siap menunggu APTB, bis transit menuju busway dan berhenti di shelter UKI (per orang dikenai biaya 14rb)
3. Sampai Uki naik Busway ke Stasiun Cawang (per orang dikenai biaya 3.500)
4. Dari Stasiun Cawang naik kereta dengan banyak sekali gerbong sampai ke Bogor (per orang dikenai biaya 3.500)
5. Sampai Bogor ke lokasi wisata Kebun Raya Bogor naik angkutan dalam kota (per orang dikenai biaya 3.500)

Alhamdulillah Atha sangat menikmati perjalanan yang capek, panas, sumpek dan melelahkan.

Ini dia cuplikan foto-totonya ;)

Sampai jumpa di liburan Atha berikutnya ya...

Salam
Mwaaahh

Arinday Atha
Sms, Wechat : 081575004141
PIN BB : 277AD653

Wednesday, September 23, 2009

Bledug Kuwu

Perjalanan dari Cepu waktu itu rasanya cuapeeekkk banget, dari Semarang berangkatnya masih subuh-subuh lagi... Semua untuk menepati janji ketemuan jam 9 dengan pemilik ruko - ruko yang akan dijadikan sebagai kandidat kantor reps, dan untuk menghindari macet karena sedang ada perbaikan jalan di Purwodadi.
Pulangnya sengaja lewat Kuwu, jadinya jalan - jalan sambil istirahat ;p ( di SITAC, kerja sambil jalan-jalan =D)

Subhanallah ya.... ada bledug yang umurnya sudah ratusan taun...

Foto diambil dengan kamera P1i, saat musim kemarau.
Keadaan tanah disekitar retak - retak, bekas geseran lumpur yang terkena panas.


Foto diambil dengan kamera P1i sekitar pukul 17:00 wib.
Sewaktu saya menginjak tanah tidak terlalu dekat dengan bledug, amblasnya dalam ternyata ;p

Bledug Kuwu adalah sebuah kawah lumpur yang terletak di Desa Kuwu, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan, Propinsi Jawa Tengah. Tempat ini dapat ditempuh kurang lebih 28 km ke arah timur dari kota Purwodadi. Bledug Kuwu merupakan salah satu obyek wisata andalan di daerah ini, selain sumber api abadi Mrapen, dan Waduk Kedungombo. Obyek yang menarik dari bledug ini adalah letupan-letupan lumpur yang mengandung garam dan berlangsung terus-menerus secara berkala, antara 2 dan 3 menit.
Secara geologi, kawah lumpur Kuwu, sebagaimana kawah lumpur lainnya, adalah aktivitas pelepasan gas dari dalam teras bumi. Gas ini biasanya adalah metana. Kuwu adalah satu-satunya yang berlokasi di Jawa Tengah. Letupan-letupan lumpur yang terjadi biasanya membawa pula larutan kaya mineral dari bagian bawah lumpur ke atas. Banjir lumpur panas Sidoarjo juga diakibatkan oleh kawah lumpur, meskipun untuk yang terakhir ini tingkat aktivitasnya lebih tinggi.
Lumpur dari kawah ini airnya mengandung garam, oleh masyarakat setempat dimanfaatkan untuk dipakai sebagai bahan pembuat garam bleng (IPA: /bləng/) secara tradisional. Caranya adalah dengan menampung air dari bledug itu ke dalam glagah (batang bambu yang dibelah menjadi dua), lalu dikeringkan.
Menurut cerita turun temurun yang beredar di kalangan masyarakat setempat, Bledug Kuwu terjadi karena adanya lubang yang menghubungkan tempat itu dengan Laut Selatan (Samudera Hindia). Konon lubang itu adalah jalan pulang Joko Linglung dari Laut Selatan menuju kerajaan Medang Kamulan setelah mengalahkan Prabu Dewata Cengkar yang telah berubah menjadi buaya putih di Laut Selatan. Joko Linglung konon bisa membuat lubang tersebut karena dia bisa menjelma menjadi ular naga yang merupakan syarat agar dia diakui sebagai anaknya Aji Saka.

( Sumber tulisan : wikipedia )

Friday, October 03, 2008

Jalan-jalan ke Dieng

Terakhir saya ke dieng kurang lebih tujuh tahun yang lalu.
Sudah beda banget ternyata-nyaris tak ada lagi tempat seperti yang pernah saya singgahi dulu.



Me & family

Juga saat singgah ke Telogo Warno, apanya yang beda ya...?? :D



Pemandangan di Telogo Warno


Saya coba kutip kembali mengenai Telogo Warno dari brosur yang saya peroleh saat membeli tiket masuk (Tiket masuk RP 5.000,- pada H+2 setelah lebaran). Barangkali ada yang berminat jalan-jalan ke Dieng.

src="http://js-kit.com/ratings.js">


Telogo warno mempunyai keunikan tersendiri, warnanya bisa berubah-ubah tergantung cuaca, waktu dan tempat untuk melihatnya. Kadang warnanya akan didominasi oleh warna hijau dan kuning, tetapi kadang warnanya bisa sangat banyak seperti pelangi. Untuk melihat Telogo Warno lebih indah maka kita harus memandangnya dari ketinggian (salah satunya dari Bukit Sidengkeng). Dari bukit ini kita bisa melihat dua danau sekaligus, yang menurut para wisatawan asing pemandangannya mirip dengan pemandangan yang ada di New Zealand.
Sebenarnya Telogo Warno merupakan kawah gunung berapi yang banyak mengandung belerang di dasarnya, sehingga bila airnya terkena sinar matahari maka akan dibiaskan menjadi warna-warna yang indah. Pada beberapa lokasi tertentu di telaga ini terdapat sumber air panas alias kawah yang mengeluarkan gelembung-gelembung air yang terasa hangat bila disentuh.