Thursday, May 08, 2008
Flu...
Wednesday, May 07, 2008
Penasaran dg kartu Axis
Yang lagi rame dibahas tentang AXIS yang bisa saja diartikan ada hubungannya dengan angka setan "6666". Wah, angka setan itu apa ya? sepertinya saya baru denger. Kalo angka togel, hehe... gara-gara itu saya pernah berurusan dengan preman kampung sewaktu liputan u berita kampus.
Axis apa memang sengaja menggunakan angka setan itu ya agar bisa menarik dan menguntungkan customer?
Tarif jadi lebih murah dibanding provider lain karena ada setannya?
atau jangkauan n' sinyal yang lebih baik karena dibantu oleh setan?
(Hiyyyy....) atau bagi pelanggan AXIS bisa mendapatkan kesempatan bersekutu dengan setan?
Weleh...jadi mbayangin yang enggak-enggak.
Cos, saya jadi takut sendiri. Karena dirumah saya, di Banjarnegara sering tetangga-tetangga ngomongin setan, seperti kuntilanak, genderuwo, medhi lutik (di kali pancuran, biasa orang-orang mencuci pakaian. Cos sukanya medhi ini ngitik-itik), medhi dulit (sukanya nyolek2), dedemit... trus pa lagi ya, hehe...malah jadi ngomongin setan.
Kembali ke Axis, sayangnya di Semarang, saya belum lihat ada yang jual SPnya Axis, kalo ada yang jualan mungkin saya akan mencoba pakai kali ya... (sudah pasti, saya tidak tidur sendirian di kost, serem...) ada yang bilang, kalo tengah malam ntar bakal ada yang miscall2 n denger suara setan.
Lha!!
Apa karena isu-isu ini orang jadi penasaran untuk menggunakan Axis ya...! Saya salah satunya.
Hm, apa mungkin isu ini Axis sendiri yang menghembuskan? (Kalo iya, apa untungnya dg menghubungkannya dengan setan?) kalo yang phobia sama Setan, bisa-bisa bakalan Anti sama pengguna Axis, takut kalo sewaktu menelpon ataupun ditelpon malah setan yang menjawab, hehe...
Apa mungkin isu ini datang dari kompetitor yang mulai merasa tersaingi karena ada pendatang baru?
Atau ada pihak2 lain yang sengaja menggulirkan isu ini?
Entah apa maksud n tujuannya
Yeah...kita tunggu saja, barangkali nanti ada pihak yang akan mengklarifikasi.
Atau mungkin dari Axis sendiri?
Tuesday, May 06, 2008
Kepeleset di depan kamar mandi
Sebenernya siy saya sudah terbiasa bangun pagi, tepatnya tengah malam kali ya...
semenjak saya mulai ngerjain skripsi,
bangun jam 00.00 atau 01.00an itu sudah biasa, tidurnya digasikin tentunya hihi...
Kalau semalem, aku baru tidur jam sebelasan jadi baru bangun jam tiga kurang dikit.
Kadang-kadang saya sempatin shalat tahajud dan mengaji, tapi semalem saya alpa :D.
Karena mules saya beberapa kali ke belakang, dari pada bolak balik sekalian saja saya bawa bekas tempat makan kemarin u di cuci, jam 3an kurang lebihnya.
Suasana masih sepi banget, temen-teman yang lain juga belum pada bangun.
Pas mau naruh piring n gelas, tiba-tiba "prak..." Astagfirullah, aku meringis kesakitan.
Rasanya seperti kesetrum gitu pas dipantat!.
Lama saya tidak bisa bangun, bagaimana tidak...saya kepelesetnya pantat membentur pembatas dipinggirannya persis dho'oh!.
Mau teriak, kok takut bikin kaget. Ya sudah, saya duduk miring disamping got depan kamar mandi sambil memegangi pantat, sampai tidak nyadar kalo kaos sama celana basah. Grrhhh....!!
Untungnya piring ma gelas yang jatuh tidak mengenai kaki saya...
Saya langsung kekamar dan tengkurep, tidak peduli masih basah-basahan. Setelah itu baru mandi.
Teman saya yang melihat saya mandi pagi-pagi buta, masih sempat-sempatnya meledek "Junub apa ry..." geregetan saya, tapi saya no comment ajah.
Siang ini, rencana mau pijat, tapi urung-cos tidak enak sama teman2 kantor kalo ijin, ya sudah nanti setelah pulang les saja. Dari pagi sampai sekarang, saya paksa-paksain duduk miring...
Semoga rasa sakitnya tidak lama deh...
Sunday, May 04, 2008
Mules setelah makan bengkoang...
Kemarin siang saya, ipung n family, jalan-jalan ke daerah Kendal-Boja. Dipinggir-pinggir jalan, banyak dijajakan bengkoang, mulai dari yang ukuran kecil-imut sampai yang guedhe! (gedhe banget ukurannya dibanding bengkoang lain dan saya jarang lihat sebelumnya) dan masih terlihat seger. Niatnya saya mau membeli ketika pulangnya saja untuk dibawa ke kost. Jadi ingat, kalo dikulkas masih menyimpan sambal kacang. Nanti kalau dimakan rame-rame bareng sama anak-anak kost kan seru :D.
Sesampai dirumah sodara, ternyata disana juga disediakan satu bengkoang yang guedhe!. Makanya pas saya potong-potong bisa jadi sepiring lonjong yang besar dan baru habis setelah dimakan rame-rame pakai sambal, jadi semacam gilo-gilo gitu, tapi yang ini buahnya bengkoang saja.
Tidak berselang berapa lama, eh malahan perut saya mulas, entah karena makan bengkoangnya atau karena sambalnya atau karena pas makannya tidak tepat ya... Yang pasti sampai tengah malam ini, saya masih merasakan mulasnya!
Bengkoang termasuk sejenis umbi. Biasanya digunakan sebagai bahan untuk rujak dan asinan atau dijadikan masker untuk menyegarkan wajah dan memutihkan kulit. Kata Mas’nya bisa juga untuk memperlancar ASI selain daun katuk.
Panjang bengkoang bisa mencapai 4-5m an, sedang akarnya dapat mencapai 2m an. Kalau disamping rumah saya di Banjarnegara bengkoangnya imut-imut, hanya sekitar 5cm an, rasanya manis, tapi panjang akarnya sekitar 1m an. Bengkoang ini membentuk umbi akar yang bulat atau seperti gasing. Kulit umbinya tipis berwarna kuning pucat dan bagian dalamnya berwarna putih dengan cairan segar agak manis. Umbinya mengandung gula dan pati serta fosfor dan ada juga kalsiumnya. Dulu pas saya masih SMP, saat pelajaran PKK pernah dikasih tugas untuk latihan membuat dan memakai masker bengkoang. Setelah bengkoang diparut, baru ampas bengkoangnya ditempelkan ke muka tanpa diperas dulu airnya. Jadi inget teman saya yang namanya Sumarno, anaknya gokil. Dia seringnyeleneh padahal sudah dikasih tahu, jangan ditempel ke daerah sekitar mata dan bibir, dia tidak menghiraukan itu Memakainya ditempelin sedikit-sedikit tapi langsung dibasuhkan kewajah seperti orang berwudlu. Setelah dibiarkan lima belasan menit, hehe... teman-teman yang melihat wajahnya terbalut masker tertawa ngakak, karena yang paling lucu, alisteman sayaitu kan tebal dan disitu pula ampasnya paling banyak nempel. Ada-ada saja....
Bengkoang ini memiliki efek pendingin karena mengandung kadar air yang cukup banyak. Rasa manisnya berasal dari suatu oligosakarida yang disebut inulin (bukan insulin) yang tidak bisa dicerna oleh tubuh manusia. Ini tentu berguna bagi penderita diabetes atau orang yang berdiet rendah kalori.
Menyimpan bengkoang sebaiknya pada tempat kering. Suhu yang lebih rendah mengakibatkan kerusakan. Penyimpanan yang baik dapat membuat buah ini bertahan hingga 2 bulan, lama juga yah....
Walaupun umbinya dapat dimakan, bagian bengkoang yang lain sangat beracun. Saya lupa racun apa itu... Katanya siy racun ini sering dipakai untuk membunuh serangga atau menangkap ikan.