Thursday, February 05, 2009

Antara mencoba dan berhasil

Kemarin pagi saya mendapati kata-kata bagus yang masuk melalui sms ke HP saya :
"Tugas kita bukanlah untuk berhasil.
Tugas kita adalah untuk mencoba ;
Karena didalam mencoba itulah kita menemukan dan belajar membangun kesempatan untuk berhasil"
Masih hangat sekali di perasaan dan pikiran saya, minggu-minggu pertama saya masuk ke bagian Sitac. Stresssss...
Ngegas!! istilahnya.
Begitu masuk, saya langsung disuguhi setumpuk dokumen untuk perpanjangan kontrak sewa lahan BTS, MBTS, kompensasi warga dan surat-surat / proposal yang sudah mepet sekali dengan deadline. Tanpa training, tapi langsung learning by doing.
Hari pertama saya gelagapan. Saya harus mencari lahan untuk relokasi site yang dismantle. Selama diperjalanan, dipikiran saya hanya bagaimana saya memulai memperkenalkan diri, negosiasi dan deal.
Saya was-was betul kalau dihari pertama ini saya gagal. Tapi saya memantapkan hati saya sambil berkata, saya harus mencoba!!
Rupanya kegugupan saya terbaca oleh pemilik lahan.
"Mbak disini baru ya..."
Saya katakan dengan jujur, "Iya..."
Walaupun dihari pertama saya tidak bisa menyelesaikan satu tugas dengan tuntas, paling tidak dalam dua minggu masalah tersebut sudah bisa saya selesaikan dengan berbagai perasaan, pontang-panting, deg-degan.
Satu bulan kurang, saya sudah turun ke lapangan untuk menghadapi berbagai persoalan sendiri, untuk case tertentu saya masih harus minta bantuan untuk ditemani.
Sebelum saya memulai bekerja, disamping berdoa saya sempatkan untuk mengingat kata-kata tersebut.
Tak terasa tumpukan dokumen itu sudah berkurang...sedikit demi sedikit. Sebaliknya lembaran kosong agenda saya mendekati habis.





Monday, January 05, 2009

Ikhlas dan sabar


Senin kemarin saya pergi ke salah satu instansi untuk mengurus bukti pembayaran dan beberapa dokumen yang hilang, sebelum kesana saya sudah menghubungi via telephon pic instansi tersebut tetapi tidak diangkat, saya coba lagi tetapi masih tidak diangkat, lalu saya tinggalkan pesan via sms yang intinya saya akan datang satu jam lagi sesuai kesepakatan sebelumnya.
Sesampai di instansi tersebut, saya urungkan niat saya untuk langsung pada tujuannya; mengurus bukti pembayaran dan dokumen yang hilang. Saya tidak berani menatap beliau, raut mukanya tampak merah tanpa senyum seperti menahan marah atau mungkin hanya karena terlalu kecape'an.
Benar saja, selang beberapa menit kemudian, salah satu rekannya memanggil beliau dan sepertinya membicarakan masalah yang serius.
Cukup lama saya menunggu, tapi saya tidak bisa berbuat apa-apa kecuali hanya menunggu.
Setelah hampir satu jam, beliau menghampiri saya "Bagaimana mbak..." saya tidak langsung menjawab, saya menatap beliau sebentar memastikan apakah beliau memang sudah siap memberikan arahan untuk membantu saya/belum.
Setelah beliau berusaha menenangkan diri, saya lalu berniat memohon diri, karena sepertinya ini bukan waktu yang tepat untuk mengurus beberapa surat yang cukup menyita waktu kerja dan tidak bisa langsung selesai dalam tiga hari, padahal saya sangat membutuhkannya untuk digunakan besok.

Tapi, untuk berpamitan, agak sungkan juga "Maaf, Bapak sepertinya sedang dalam masalah...mungkin sebaiknya...." beliau lantas menjawab "Iya Mbak, besok jam 9 pagi mbak kesini lagi saja, hari ini saya masih banyak urusan".
Saya berusaha untuk tetap senyum dan menghela nafas...walaupun sebenarnya saya kecewa, soalnya untuk bertemu beliau lumayan tidak gampang.
"Semoga segera selesai masalahnya ya Pak..." berusaha ikhlas sambil menatap beliau sebentar, memastikan besok saya akan menemui beliau lagi. Tak disangka beliau lalu malah bercerita tentang masalah yang tengah dihadapi, walaupun agak kecewa, karena hari ini urusannya belum bisa kelar, tapi saya berusaha untuk mendengarkan dengan serius dan benar-benar ikhlas sesekali membaca astaghfirullah dalam hati untuk mengenyahkan kekecewaan saya. Tak terasa, beliau bercerita sudah 1 jam lebih lamanya, kalau tidak karena dipanggil temannya, mungkin beliau belum menghentikan ceritanya.
Sebelum beliau meninggalkan saya, beliau hanya berucap sambil tersenyum "terimakasih dan mohon maaf", saya melihat muka beliau sudah tidak seseram tadi lagi.
Lewat jam 11 malam, saya masih belum bisa memejamkan mata, memikirkan dokumen yang hilang itu.
Tiba-tiba telephon berbunyi, dari P Agus.
"Selamat malam Pak, bagaimana Pak...ada lagi persyaratan yang perlu saya tambahkan?"
Beliau hanya menjawab "Tadi saya sudah meminta tolong dengan pihak xxx untuk salinan bukti pembayaran dan dokumen Anda, besok pagi langsung bisa diambil ya mbak..."
Subhanallah, seperti disamber apa gitu...mendengar kata-kata barusan.
Mungkin inilah hikmah dari kesabaran, ketulusan dan keikhlasan dari hanya sekedar mendengarkan, walaupun sebenarnya hati kita sedang diliputi kekecewaan.
Alhamdulillah...




Thursday, January 01, 2009

Bersiap menghadapi Perubahan


Alhamdulillah...
Ditahun baru ini ada satu informasi yang mengejutkan buat saya.
Sama sekali tidak terpikir kalau saya akan pindah bagian efektif per 5 januari 2009 ini. Pekerjaan yang akan saya tangani hampir tidak ada sangkut pautnya dengan pekerjaan saya sebelumnya.
Tiga tahun tiga bulan sudah saya berada di divisi Finance-RA, suka duka mewarnai hari-hari selama saya disana. Ada satu hal menggelikan yang tidak mudah saya lupakan. Bulan agustus 2006, saya melakukan negosiasi pembayaran via telephon dengan salah satu pegawai Bank. Seperti biasanya terlebih dahulu saya memperkenalkan diri; nama dan instansi lalu saya menelephon PSTN bank tersebut dan diterima oleh operator. Setelah disambungkan dg nama dan bagian yg saya sebut, telephon diterima langsung oleh yang bersangkutan. Setelah saya sebutkan kembali nama dan bagian yang saya tuju dan dibenarkan oleh penerima telephon, lalu kami melakukan negosiasi pembayaran. Negosiasi berjalan hampir satu jam (dan ini menjadi negosiasi terpanjang saya dibagian ini), berjalan dengan tanpa alot. Setelah beberapa kali saya memastikan kembali tentang data beliau karena nego sepertinya agak janggal, diakhir kata beliau hanya berucap "Oalah...mbak, itu Bambang yang satunya. Memang nama saya juga Bambang dan disini panggilannya Bambang. Tapi mungkin Bambang yang Mbak maksud itu Pak Bambang yang panggilannya Aji, yo wis lah Mbak, ntar tak sampaikan ke beliau, kebetulan Beliaunya sedang meeting" Glegkh...
Saya ketap-ketip saja didepan monitor setelah telephon ditutup.
Hal yang tidak mengenakkan dan sempat membuat saya drop adalah sewaktu saya "ditantang" untuk membawa permasalahan yang tengah dihadapi dg customer ke pengadilan. Tapi...seiring waktu, saya lalu sepertinya kebal dimaki-maki, termasuk kebal juga "di rayu-rayu" customer hehe...
Sekarang, Surat Penempatan Kerja saya sudah keluar, dan Bismillah...
Saya akan memulai mempelajari hal-hal baru di fungsi Frontliner, untuk posisi Site Acquisition & Litigation.



Thursday, December 18, 2008

untuk hantaran pernikahan

Desember ini ada 9 orang teman saya yang melangsungkan pernikahan. Selain itu, ada yang sudah mendekati hari H untuk rencana pernikahannya.
Kemarin sore, teman saya yang mau menikah itu datang ke kost bersama pacarnya.
Agak kaget juga siy...karena tiba-tiba disuruh untuk mencarikan hantaran pernikahan yang berupa barang kosmetik.
Saya mulai menyarankan untuk mencatat apa saja yang diinginkan, berapa budgetnya dan dimana membelinya.
Awalnya saya menyarankan merek ini...merek itu...untuk mendatangi toko ini...toko itu... dan sambil memegangi katalog Oriflame lalu teman saya membuka lembar demi lembar sekaligus saya tunjukkan barangnya yang sudah saya pakai/punya.
Dan whew....jadilah...untuk hantaran pernikahannya nanti sepakat menggunakan produk oriflame. Alhamdulillah...(bisa nambah poin banyak niy :D...)
Karena barang yang diambil jumlah dan nominalnya banyak, akhirnya saya sarankan saja untuk menjadi member. Dengan begitu, selain harganya menjadi jauh lebih murah...bisa dapat poin belanja dan hadiah-hadiah GRATIS pula...

Ini beberapa barang yang menunggu orderan datang.


Pallete tata rias lengkap dan kompak untuk tampil cantik setiap saat. Termasuk cermin dan aplikator. Ukurannya ideal untuk dibawa kemana pun Anda pergi, bahkan ke pesta!.


Giordani Gold Portrait Face Powder
Bedak dengan nuansa warna berkilau alami untuk menambahkan kesan sensual yang bercahaya di kulit Anda. Formula ringannya terasa nyaman saat digunakan.


Oriflame adalah sebuah perusahaan kosmetika alami dari Swedia. Didirikan pada tahun 1967 di Swedia oleh dua orang bersaudara Mr. Jonas dan Rober af Jochnick. Produk Oriflame dipasarkan dengan sistem penjualan langsung (Direct Selling). Kini Oriflame telah menyebar di lebih dari 69 negara tersebar di 5 benua, di dunia. Oriflame juga terdaftar di Bursa Saham Stockholm. Dan merupakan satu-satunya perusahaan yang omsetnya dapat menyalip perusahaan Microsoft (merupakan perusahan terbesar di dunia awalnya). Masuk di Indonesia sejak tahun 1987 di bawah PT. Orindo Alam Ayu. Berkantor pusat di Jl. Bulungan No. 16 Jakarta (Wikipedia)

Thursday, December 11, 2008

Mataku minus dan silinder

Mungkin agak aneh ya...saat orang-orang biasanya melihat saya tidak pernah memakai kacamata, tiba-tiba sekarang selalu memakai kacamata.


Gambar diambil waktu nikahannya M Gigih di Batang

"Minus berapa Ri..." tanya teman sekantor
"Minusnya yang kiri 0.25, kanan 0.5 plus silinder 0.25"
"Whew...apa tuw silinder?"
"Wah, apa ya..."
Mesti saya bingung, kalo disuruh menjelaskan apa itu mata silinder, hmm...
"Pas periksa mata siy, kata Dokternya, kalo silinder itu tidak bisa sembuh, tidak bisa berkurang tapi bisa nambah"
"Weleh...!"
Lain lagi komentar teman kost saya
"Kaya orang tua aja siy, matanya dah silinder"
Dhuh, kok jadi gini ya...

Saya sempat menanyakan ke dokter, "knapa mata saya bisa silinder Dok?"
Beliau menjawab "Saat kondisi mata Anda lelah dan posisi mata sudah minus, tapi Anda paksakan untuk tetap bekerja..."
"bisa karena pengaruh aktivitas Anda yang lebih banyak didepan komputer dan mata kurang istirahat..." imbuhnya.
Masih menurut dokter, mata kanan saya mempunyai beban yang lebih berat untuk melihat, jadilah mata kanan saya silinder.

Dhuh...