Thursday, July 24, 2008

Bagaimana Cara Make Up untuk Pesta?

Tanya:
Setiap hari saya biasa ber-make up casual ke kantor. namun untuk ke pesta, saya belum bisa ber-make up dengan pas. Kadang terlalu tipis, kadang terlalu tebal. Gimana caranya supaya make up sehari-hari berbeda dengan make up waktu pesta?


Jawab:
Untuk make up ke pesta, tentu ada yang berbeda dengan ber make up sehari-hari. Mulai dari pemilihan warna hingga pemakaian make upnya.

Untuk ke pesta, make up yang dipakai biasanya lebih tebal. utuk make up mata, selalu sesuaikan warnanya dengan baju yang akan Anda pakai. jangan takut untuk memakai warna-warna yang berglitter karena akan memberi kesan yang lebih glamour.

Untuk yang bermata sipit, hindari pemakaian warna yang terang. pakailah warna gelap untuk mengesankan mata lebih besar.

jangan ragu untuk memakai bulu mata palsu, sehingga bentuk mata Anda terihat lebih indah.

Untuk perona pipi, gunakan yang mengan shimmer, sehingga wajah Anda terlihat lebih fresh.

Sebagai finishing, gunakan bronzing powder, sehingga wajah terlihat bersinar.


(Oriflame Giordani Gold Bronzing Pearls)
(www.oriflame.co.id)


Selamat mencoba!
(detik.com)


Wednesday, July 23, 2008

heboh... penyelundup masuk!

"Hey!!! ada apa!! ada apa ya!
Siapa yg kemalingan!..."
Saya nggak mikir sedang pake bajua apa, kebirit-birit langsung keluar kamar menuju kerumunan anak-anak sama ibu kost.
Bayangin...ini jam 00.30, lagi less..lessnya tidur.


Huh...!!! Asli shock benar!
Bagaimana tidak, tengah malem begini Ibu kost tiba-tiba inspeksi mendadak mengetok keras pintu-pintu setiap kamar. Kamar saya yang diketok nomor sekian, sontak saya keluar kamar...anak-anak sudah pada heboh di luar.

Karena bangun dengan kekagetan setengah mati, langsung saya nanya "siapa yang habis kemalingan, kapan!!", teman saya yang juga baru keluar kamar langsung nyambung "Masa jam lima gini masih ada maling?!", yang sudah bangun duluan jadi sewot. Wah...jadi Joko sembung...gak nyambung!. Biarpun sudah diajak ngobrol dikit...masih aja 'lola'...loading lama!, heheh...

Udah mulai loading nih...ternyata inspeksi mendadak oleh Ibu kost dengan memeriksa secara langsung semua kamar itu karena kemarin ada laporan dari warga kampung, jam-jam menjelang subuh...ada cowok keluar menaiki pagar kost yang tingginya 3m'an. Ternyata, anak kost juga ada yang ngeliat cowok jalan dari kamar mandi di hari yang berbeda. Padahal daerah kamar mandi kan di pojok banget area kost-kost'an. So jika kesana mesti ngelewati beberapa kamar duluan.
Kost'an saya, ada 12 kamar, masing-masing kamar dihuni satu orang. Ukuran kamarnya sekitar 4x4m.
Hampir dua tahun saya menempati kost ini, tapi aman-aman saja, tidak ada penyelundup yang ketangkap basah masuk kamar kost. Mungkin karena akhir-akhir ini, anak kost banyak yang ngomongin soal 'ada motor parkir di gerbang kost tengah malem', ada yang ngeliat ini-itu...tapi gak pernah tahu siapa sebenarnya orang itu, jadi banyak yang ketakutan tidur sendiri, termasuk saya... Biarpun punya kamar masing-masing, tapi saya n temen saya biasanya tidur sekamar berdua atau bertiga.
Karena kejadian ini, saya jadi bisa bangun n' melanjutkan ambil data di web untuk skripsi. Padahal saya pasang weker jam 23.30 lo... secara gak bisa nyalain kompi kalo gak malem-malem banget gitu, cos bikin kompi saya heng!.
*berharap tidak ada kehebohan lagi dimalam-malam berikutnya.

Tuesday, July 22, 2008

stylus patah

kemarin sore... saya serius make hape buat browsing artikel, karena ada yang lagi saya n tetangga kamar cari...banget.

....Begini...hidup di kost-kost'an, dengan banyak penghuni, banyak bawa'an listrik, jadi mesti kena giliran. Giliran nyala'in maksudnya :D.
Saya yang bawa komputer sendiri menjadi yang dikalahkan dengan jatah menyalakan komputer diatas pukul 11 malam dan sebelum setengah lima pagi. Kalo saya nekad nyalain, bisa jebol ntar-cos nge heng kompinya n bisa cepet almarhum...
Ya sudah, selain jam itu, saya pake hape. Makanya kalo pas lagi gitu, mata jadi kreyep2 terus, pegel!!
Pas lagi serius-seriusnya browsing ...eh stylusnya patah..., untung setengahnya masih bisa dipake...cuma naruhnya yang mesti diplastikin, biar ga ilang.
Malemnya, saya smsan n dapet telpon karena gak enak didengerin teman, saya jalan-jalan ke jemuran...gak sengaja, stylus yang lagi saya pegang u nunyuk2 jatuh ke got.
Dhuh...
mana udah malem lagi...
Ya sudah sampe siang, stylusnya saya ganti pake tutup balpen.
Repot juga yah...!!

Thursday, July 17, 2008

Menapaki episode baru…

Setelah memenuhi ‘panggilan’ pihak kampus untuk penyelesaian studi, akhirnya tercapai kesepakatan penggantian dosen pembimbing dan komitmen masa study yang sanggup ditempuh.
Ada rasa senang, bercampur…entahlah, ini mungkin sudah menjadi biasa bagi saya, semacam kejenuhan.
Tapi saya sangat berharap agar dosen begitu pula dengan saya dalam waktu bimbingannya tidak berbenturan lagi, dan saya bisa bimbingan tanpa selalu mengambil jatah waktu kerja saya - yang seringnya sampai setengah hari - karena harus menunggu waktu janjian yang jarang tepat.

Monday, July 14, 2008

Bagaimana Cara Pakai Blush On yang Benar?

Tanya:
Apakah pemakaian pemerah pipi (Blush On) perlu terlebih dahulu menggunakan bedak muka? Dan bagaimana cara penggunaan blush on yg benar, agar wajah kita tetap terawat, tanpa gatal-gatal, merah dan bintik-bintik hitam?

Jawab:
Pertama-tama yang harus diperhatikan dalam pemilihan blush on adalah jenis kulit. Apakah kering, berminyak atau sensitif. Kulit sensitif lebih sering mengalami problem setelah pemakaian blush on, seperti gatal atau iritasi kulit. Untuk itu saat memilih produl bush on, plihlah yang alami, dan yang memiliki kandungan yang aman untuk kulit Anda.

Untuk memilih warna ada dua cara yang bisa Anda lakukan. Sesuaikan dengan warna kulit wajah atau warna bibir Anda. Tentukan cara yang paling cocok dngan Anda.

Untuk memakai blush on sebelumnya pakailah dulu foundation, bedak, make up mata dan bibir. Sesuaikan warna blush on dengan nuansa make up Anda. Lalu akhiri dengan pemakaian translucent powder agar wajah Anda terlihat lebih bersinar.

Sebagai tips, sebaiknya gunakan kuas blush on yang besar, sehingga pemakaiannya lebih rata dan menyeluruh (Detik hot).

Tuesday, July 08, 2008

Selamat Berkarya...

Hari ini teman saya yang satu divisi pindah ke divisi lain.
Ada rasa senang, ada juga sedikit rasa kehilangan...
Rasa senangnya, karena dengan pindah divisi...otomatis teman saya belajar sesuatu yang baru, yang tidak didapat pada divisi sebelumnya, menghadapi hal baru, tantangan baru dan tentu lingkungan pekerjaan yang baru juga. Lebih-lebih untuk ’dipindah’ ke divisi lain rasanya sangat sulit tanpa ada pertimbangan tertentu. Dan teman saya pantas mendapatkannya.
Selama satu tahun lebih... kita sudah seperti sodara dan partner yang kompak dalam menghadapi permasalahan dan saling menggantikan tugas apabila ada yang berhalangan. Team yang kompak. Bahkan, team kita menjadi yang terbaik di tingkat nasional. Sesuatu yang membanggakan, dan tentunya bukan karena hasil kerja masing-masing individu melainkan buah kerjasama team yang solid.
Ya....kita hidup dengan perubahan, dan perubahan itu adalah kita sendiri, untuk terus belajar dan berkembang menjadi lebih baik.
Selamat berkarya di tempat yang baru...!!
Semoga sukses

Wednesday, July 02, 2008

Baca-baca…

Seringnya, saya hanya bisa menyelesaikan membaca satu buku untuk satu minggu dan untuk buku yang berkisar 300-400 halaman.
Minimal, sebulan saya hanya membaca satu buku saja.
Pastinya, itu bukan buku pelajaran, kalo buku pelajaran, berat banget! boro-boro sebulan kelar, sampai akhir mata kuliah itu juga mungkin tidak selesai dibaca sendiri. Bacanya pas kalo mau ujian saja atau dalam kondisi terpaksa atau betul-betul berkepentingan dengan buku itu.
Pas pulang ke Banjar, iseng saja saya bawa ”Rahasia bisnis orang Jepang” karya Ann Wang Seng, fuih...gak kerasa bisa katam setengah hari, sampai mata saya keset gara-gara menthelengin itu buku terus. Isinya bagus banget, membahas tentang kiat awal bernegosiasi dan berhubungan bisnis dengan orang Jepang, yang diceritakan bahwa orang Jepang sebisa mungkin untuk menghindari berkata “tidak” atau menolak ajakan bisnis dari orang/perusahaan lain. Selain itu dibahas mengenai semangat bushido juga samurai buta.
Waktu kerja orang Jepang terkenal paling produktif di dunia, melebihi AS. Biaya hidup di Jepang yang semakin tinggi yang diimbangi dengan gaji yang tergolong paling tinggi di dunia. Diceritakan pula bagaimana Jepang yang terkenal sebagai bangsa peniru ternyata membuat produk tiruannya bernilai tinggi setelah mendapat modifikasi sentuhan Jepang.
Tentunya, bangsa Indonesia juga bangsa lain yang pernah dijajah tidak melupakan begitu saja sejarah tentara-tentara Jepang yang terkenal bengis dan kejam. Mereka terkenal bangsa yang patriotismenya begitu tinggi dan menganggap bahwa budaya mereka paling tinggi.
Dalam memecahkan suatu masalah, mereka lebih suka dengan berdiskusi. Begitu pula hasil yang didapat, tidak diatasnamakan pribadi melainkan atas nama kelompok. Semangat untuk mencurahkan penuh perhatiannya pada perusahaan tempat mereka bekerja melebihi segalanya, yang bahkan sampai rela untuk hidup berjauhan dengan istri, anak-anak dan keluarganya. Tak heran, kalo di Jepang perpindahan tenaga kerjanya sangat minim, bahkan tak jarang satu orang hanya akan bekerja pada satu perusahaan saja untuk sepanjang hidupnya. Loyalitas terhadap perusahaan dan kelompoknya tidak diragukan lagi.
Pas mau naruh bukunya ke almari, sekalian saya bongkar lagi buku-buku lama saya yang sengaja saya taruh dirumah, saya baru ingat, kalo dulu, pertama kuliah saya begitu tertarik dengan yang berhawa ke Jepun-Jepunan, terutama karya Remy Silado. Karya pengarang lain, yang saya sukai ad.Pramudya Ananta Toer, Seno Gumira Aji Dharma juga beberapa kumpulan cerpen yg diterbitkan Kompas. Alhamdulillah, saya masih mendapatinya lengkap, biarpun ada yang kucel karena beberapa kali berpindah tangan.
Saya sering membiarkan diri saya larut dalam baca’an buku-buku non fiksi atau biografi atau sejenisnya, tapi sulit untuk membuat saya sendiri tertarik berlarut membaca buku pelajaran. Yah…ketidak tertarikan yang dibiarkan berlarut, dan hanya upaya kecil untuk memjaga tetap membacanya.