Wednesday, September 23, 2009

Bledug Kuwu

Perjalanan dari Cepu waktu itu rasanya cuapeeekkk banget, dari Semarang berangkatnya masih subuh-subuh lagi... Semua untuk menepati janji ketemuan jam 9 dengan pemilik ruko - ruko yang akan dijadikan sebagai kandidat kantor reps, dan untuk menghindari macet karena sedang ada perbaikan jalan di Purwodadi.
Pulangnya sengaja lewat Kuwu, jadinya jalan - jalan sambil istirahat ;p ( di SITAC, kerja sambil jalan-jalan =D)

Subhanallah ya.... ada bledug yang umurnya sudah ratusan taun...

Foto diambil dengan kamera P1i, saat musim kemarau.
Keadaan tanah disekitar retak - retak, bekas geseran lumpur yang terkena panas.


Foto diambil dengan kamera P1i sekitar pukul 17:00 wib.
Sewaktu saya menginjak tanah tidak terlalu dekat dengan bledug, amblasnya dalam ternyata ;p

Bledug Kuwu adalah sebuah kawah lumpur yang terletak di Desa Kuwu, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan, Propinsi Jawa Tengah. Tempat ini dapat ditempuh kurang lebih 28 km ke arah timur dari kota Purwodadi. Bledug Kuwu merupakan salah satu obyek wisata andalan di daerah ini, selain sumber api abadi Mrapen, dan Waduk Kedungombo. Obyek yang menarik dari bledug ini adalah letupan-letupan lumpur yang mengandung garam dan berlangsung terus-menerus secara berkala, antara 2 dan 3 menit.
Secara geologi, kawah lumpur Kuwu, sebagaimana kawah lumpur lainnya, adalah aktivitas pelepasan gas dari dalam teras bumi. Gas ini biasanya adalah metana. Kuwu adalah satu-satunya yang berlokasi di Jawa Tengah. Letupan-letupan lumpur yang terjadi biasanya membawa pula larutan kaya mineral dari bagian bawah lumpur ke atas. Banjir lumpur panas Sidoarjo juga diakibatkan oleh kawah lumpur, meskipun untuk yang terakhir ini tingkat aktivitasnya lebih tinggi.
Lumpur dari kawah ini airnya mengandung garam, oleh masyarakat setempat dimanfaatkan untuk dipakai sebagai bahan pembuat garam bleng (IPA: /bləng/) secara tradisional. Caranya adalah dengan menampung air dari bledug itu ke dalam glagah (batang bambu yang dibelah menjadi dua), lalu dikeringkan.
Menurut cerita turun temurun yang beredar di kalangan masyarakat setempat, Bledug Kuwu terjadi karena adanya lubang yang menghubungkan tempat itu dengan Laut Selatan (Samudera Hindia). Konon lubang itu adalah jalan pulang Joko Linglung dari Laut Selatan menuju kerajaan Medang Kamulan setelah mengalahkan Prabu Dewata Cengkar yang telah berubah menjadi buaya putih di Laut Selatan. Joko Linglung konon bisa membuat lubang tersebut karena dia bisa menjelma menjadi ular naga yang merupakan syarat agar dia diakui sebagai anaknya Aji Saka.

( Sumber tulisan : wikipedia )

Satu lagi.... "penguasa Solo" hijrah ke JBRO


"Beneran niy... mau pindah?! "
Tanyaku tak yakin ke Ayu, untuk meyakinkan sekali lagi kalau kata-kata yang aku dengar barusan tidak salah.
"Iya... bener".

Barangkali itu penggalan kata terakhir, sewaktu mengetahui kalau Ayu memang akan pindah ke regional JBRO - meninggalkan SITAC CJDRO yang sudah 2 tahun 2 bulan dilaluinya.
Akhirnya... as a friend... saya hanya bisa berucap " Selamat jalan, Selamat bertugas ditempat yang baru, Selamat menghadapi tantangan baru.... dan Selamat berkarya ditempat yang baru".

Ini foto - foto sewaktu di bandara....

Ki-ka : Ayu, Ari, Farah, Maya.

Kangen jalan- jalan lagi, hik's...














Naik kapal ke pantai Anyer...











Bareng Maya di Gondola




















Samping kolam renang Millenium Hotel


Memanfaatkan buah sisa lebaran

Lebaran.... identiknya dengan opor ayam, ketupat, kue kering.... kue basah... es sirop sama buah-buahan yang dihidangkan sebagai pelengkap hidangan.
Seperti lebaran taun ini, keluarga Bu De membuat soto ayam, ketupat + tak ketinggalan opor...
Bu Lik mbikin pecel + ketupat... sama menghidangkan Semangka Kuning yang.... cihuy....segarna...
Irma n sepupu mbikin kue kering, brownies... ayam bakar... tak lupa ketupat!
Sementara, dirumah mbikinnya hmmm.... Es Campur... Pisang Keju + Ceres... Ayam goreng - Ketupat, kue kering dan buah-buahan; Apel, mentimun, nanas, semangka, Melon, Anggur.

Mbikinnya gak tanggung-tanggung. Jam 3 pagi bow... abis takbir keliling jam 12an tidur dulu, baru deh mbikin hidangan untuk lebaran.
Sampai hari H'nya... ternyata... jarak tempat Shalat Ied yang hampir 2km jalan kaki dari rumah, tak ayal lagi... mampir dari satu rumah kerumah berikut - diurut baru kerumah sendiri. Dari mampir ke rumah-rumah, icip-icip deh....sampai akhirnya, kekenyangan, makanan dirumahpun sebatas icip-icip juga.

Sore'nya, karena masih inget beli buah-buahannya dipasar sambil desak-desakan, sayang kalo buah-buahan sisa dibiarin begitu saja, disimpan dikulkas juga kulkasnya masih penuh, akhirnya ada ide nih untuk mbikin Salad.
Ini dia resep salad ala Ari ;p :
  • Semangka, potong bentuk dadu;
  • Melon, potong bentuk dadu;
  • Nanas, dikupas, potong bentuk dadu, rendam sebentar pakai air garam;
  • Apel juga dipotong dadu, rendam sebentar pakai air garam;
  • Anggur, potong belah 2, singkirkan bijinya;
  • Daun selada, secukupnya
  • Keju, diparut
Untuk Saus :
  • mayones
  • susu kental manis
  • 1 bh jeruk nipis, ambil airnya
  • ½ sdt garam
Campur semua bahan Saus, lalu aduk rata.

Penyajiannya : Susun daun selada pada bagian bawah, campurkan buah-buahan yang sudah dipotong - potong ke atasnya lalu siram dengan saus dan taburi dengan keju parut.

Salad siap disajikan ( lebih enak dalam keadaan dingin - sedang )

Selamat mencoba.