Friday, October 03, 2008

Jalan-jalan ke Dieng

Terakhir saya ke dieng kurang lebih tujuh tahun yang lalu.
Sudah beda banget ternyata-nyaris tak ada lagi tempat seperti yang pernah saya singgahi dulu.



Me & family

Juga saat singgah ke Telogo Warno, apanya yang beda ya...?? :D



Pemandangan di Telogo Warno


Saya coba kutip kembali mengenai Telogo Warno dari brosur yang saya peroleh saat membeli tiket masuk (Tiket masuk RP 5.000,- pada H+2 setelah lebaran). Barangkali ada yang berminat jalan-jalan ke Dieng.

src="http://js-kit.com/ratings.js">


Telogo warno mempunyai keunikan tersendiri, warnanya bisa berubah-ubah tergantung cuaca, waktu dan tempat untuk melihatnya. Kadang warnanya akan didominasi oleh warna hijau dan kuning, tetapi kadang warnanya bisa sangat banyak seperti pelangi. Untuk melihat Telogo Warno lebih indah maka kita harus memandangnya dari ketinggian (salah satunya dari Bukit Sidengkeng). Dari bukit ini kita bisa melihat dua danau sekaligus, yang menurut para wisatawan asing pemandangannya mirip dengan pemandangan yang ada di New Zealand.
Sebenarnya Telogo Warno merupakan kawah gunung berapi yang banyak mengandung belerang di dasarnya, sehingga bila airnya terkena sinar matahari maka akan dibiaskan menjadi warna-warna yang indah. Pada beberapa lokasi tertentu di telaga ini terdapat sumber air panas alias kawah yang mengeluarkan gelembung-gelembung air yang terasa hangat bila disentuh.

Wednesday, October 01, 2008

Takbir keliling


Malam menjelang lebaran ditambah cuaca yang tidak hujan kalo dikampung pasti rame nih. Seperti kemarin, malam takbirannya berkeliling melewati empat dusun diikuti sekitar 200an anak-anak ditambah beberapa remaja dan orang tua. Asli rame!, sambil mengumandangkan takbir diiringi suara bedug dan penerangan obor bambu, tak berasa capeknya padahal rute perjalanan yang ditempuh sekitar 4 km. Diakhir perjalanan takbir keliling, anak-anak makin antusias berkumpul di halaman masjid karena panitia menyediakan 70an buah doorprise dan makanan ringan.