Wednesday, April 10, 2013

Kering Bihun Udang


Bahan :
200 gram mie bihun
3 siung bawang putih, cincang halus
6 buah cabe merah, cincang halus
2 lembar daun jeruk
200 gram udang, kupas sisakan ekor,
Garam, gula pasir secukupnya
2 sendok makan air asam jawa
Minyak goreng secukupnya

Cara membuat :
1. Panaskan minyak, goreng bihun hingga merekah.
Kremes bihun
2. Panaskan minyak u menumis bawang putih sampai harum
3. Masukkan cabai dan daun jeruk
4. Masukkan udang hingga berubah warna
3. Masukka air asam, garam, gula aduk sebentar
4. Masukkan bihun. Aduk rata, masak sebentar
5. Angkat, tiriskan
6. Sajikan

Selamat mencoba
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Sunday, April 07, 2013

hanya 'berbagi cerita'

Dalam satu bulan, saya melakukan operasi sebanyak 3 kali.
5 Februari 2013, operasi usus buntu
28 Februari 2013, operasi laparoskopi (pembedahan dengan 3 sayatan kecil)
28 Februari 2013, operasi laparotomi (Pembedahan yang dilakukan pada usus akibat terjadinya perlekatan usus)


Pada awalnya, saya melahirkan dengan operasi Caesar pada 06 Juli 2012 di sebuah rumah sakit pemerintah.
Saya tidak membayangkan sebelumnya kalau rasanya akan sesakit itu. 
Selama proses operasi saya sepenuhnya sadar dan teramat sangat merasakan kesakitan karena saat pembedahan saya merasakan perih begitu juga setiap gerakan yang dilakukan dokter pada perut saya sampai keluarnya bayi, saya merasakan dengan sangat jelas terasa. 
Selama proses operasi itu saya muntah-muntah terus, karena sebelumnya berpuasa jadi yang keluar adalah air dan lendir yang berbau sangat tidak enak. kemungkinan bau menyengat berasal dari suntikan yang diberikan oleh dokter melalui infus tangan kanan saya dan dilakukan lebih dari sekali.
Saya juga bisa mendengar dengan teramat jelas apa saja percakapan antara dokter dan tim yang melakukan operasi.
Hari pertama sampai hari ke tiga pasca operasi saya masih teramat sangat kesakitan untuk menggerakkan badan, walaupun hanya memiringkan kanan/kiri. Beruntung si kecil masih banyak boboknya jadi memberikan Asi tidak terlalu sering sehingga saya tidak terlalu banyak bergerak.
Perawat yang bertugas selalu menyemangati agar saya berlatih bangun dan jalan sendiri. sayapun mengikuti. Biarpun kesakitan saya tidak mau dibilang manja, hingga seminggu sakit berkurang hanya sedikit dan saya sudah bisa berjalan membungkuk dan memberikan ASI ke si kecil dengan dipangku. Jalannya pun masih rambatan pada dinding karena masih merasakan pusing di kepala dan sempoyongan.
Lebih kurang setelah 15an hari saya baru bisa mengemban si kecil sendiri untuk waktu yang tidak terlalu lama dan hanya di bawah dada tidak bisa menempel ke area perut karena masih nyeri.
Akhir bulan agustus saya sudah mulai aktiv bekerja kembali, namun rasa sakit pada area perut tak kunjung hilang, bahkan suatu waktu pernah pingsan saat bekerja karena merasakan nyeri mendadak yang teramat sangat serta kepala yang tiba-tiba pusing, dan lemas setelah dibawa kerumah sakit ternyata kekurangan gula darah.

Pertengahan bulan desember 2013 saya pindah rumah ke Cileungsi-Bogor dan pindah kerja ke Jakarta dari rumah yang semula di Kendal dan kerja di Semarang.
Baru satu bulan masuk kerja saya sudah beberapa kali ijin tidak masuk karena sakit.
Puncaknya pada sekitar tanggal 15 Februari, setiap kali naik bus, berjalan kaki, naik motor atau apapun yang sedikit membuat capek nyeri semakin berasa dan untuk bernafas juga susah (terpotong-potong), terlebih kalau naik kendaraan dan melewati polisi tidur atau jalan berlubang rasanya perut/bagian usus seperti dijepit. Tak jarang juga saya muntah-muntah  dan lemas tiba-tiba dengan waktu yang tidak menentu.

Tanggal 20 Januari saya ke rumah sakit dan melakukan pemeriksaan beruntun mulai dari :
1. Dokter kandungan : menyatakan tidak ada masalah dengan bekas operasi caesar saya, semua tampak normal.
2. Dokter spesialis penyakit dalam : memungkinkan sakit pada area ginjal dan dirujuk untuk melakukan pemeriksaan USG Abdomen
3. Dokter spesialis yang melakukan USG Abdomen : setelah dilihat hasil radiologinya kemungkinan usus buntu
4. Dokter spesialis bedah : menyatakan kalau suspek appendix sub akut.

Karena usus buntu saya masih dinyatakan sub akut, dokter memberikan pilihan berobat jalan/ langsung operasi. Saya memilih untuk rawat jalan. Dokter mengingatkan apabila selama seminggu jika tidak berhasil maka pilihan terakhir adalah operasi. Dan saya menurut.

Tiga hari saya hanya beristirahat saja dirumah tanpa melakukan aktivitas berat. Dan setelah cukup membaik pada hari kamis, saya memutuskan untuk berangkat kerja. Belum ada 30 menit perjalanan, sakit perut saya kembali menghebat dan sepanjang perjalanan sampai kekantor saya selalu muntah di bus. Karena perjalanan melalui jalan tol dari arah Cibubur ke kawasan Sudirman, maka saya tetap bertahan dibus, tidak ada pilihan untuk turun di jalan tol. 

Setelah itu berhari-hari nyeri diperut tak kunjung berkurang dan malam sebelum dioperasi, perut saya semakin nyeri, diraba terasa panas dan nampak membengkak. Besoknya dokter langsung meminta saya untuk dioperasi malam itu juga.

Tiga hari setelah operasi usus buntu, saya merasa lebih baik sampai seminggu berikutnya.
Setelah itu saya kembali merasakan sedikit nyeri dan kurang lebih tiga kali konsultasi ke dokter yang sama dan dinyatakan sudah tidak ada masalah dengan bekas operasi usus buntu saya, dari luar lukanya juga tampak sudah mengering. Oleh dokter saya diberikan obat penahan nyeri serta vitamin dan diminta untuk beristirahat total kembali.

Setelah itu nyeri di perut saya semakin tidak tertahankan, hampir setiap malam saya menjerit kesakitan, pusing, lemas, beberapakali hampir pingsan/ pingsan dirumah sampai tidak bisa makan sama sekali karena setiap kali apa yang saya makan, pasti akan muntah, dan saya hanya minum air putih saja. Hari berikutnya saya sudah kesulitan minum karena begitu sampai dekat ulu hati, nyerinya semakin terasa dan menjadi-jadi.

Sakit pada perut berpindah-pindah mulai dari ulu hati, lambung, ginjal begitu seterusnya berpindah-pindah tidak menentu. Karena sudah tidak kuat lagi, pada tanggal 26 Februari jam 23.30 saya kembali kerumah sakit melalui UGD. Setelah melalui pemeriksaan dokter spesialis penyakit dalam dan dokter USG Abdomen/ radiologi, bahwa ada pengerasan di area perut yang kemungkinan adalah karena infeksi dan nanah yang sudah menyebar. Maka tanggal 28 Februari saya melakukan operasi laparoskopi untuk membuang nanah yang sudah menyebar didalam perut. Melalui operasi laparoskopi tampak pada komputer ada 3 lembar  kain kassa yang tertinggal dan sudah tidak jelas pada bekas operasi caesar saya dan usus/ organ perut lain yang saling berlekatan. setelah meminta persetujuan suami dan keluarga kembali tim dokter melakukan operasi laparotomi.

Operasi berlangsung kurang lebih 5jam, kemudian saya dipindahkan ke ruang ICU selama 2,5 hari dan setelah itu perawatan di kamar pasien biasa. Kurang lebih 5 hari saya hanya mendapat asupan makanan dari selang infus, sampai saya tidak kuat lagi diinfus karena kedua tangan saya membengkak seperti gajah, tidak bisa digerakkan lagi walaupun hanya sedikit gerakan menimbulkan rasa nyeri karena bengkak. Saya meminta untuk makan dan minum seperti biasa.

Kurang lebih 10 hari di rumah sakit, saya diperbolehkan pulang dan setelah itu menjalani rawat/berobat jalan dengan seminggu 2x kontrol.
Sampai dengan hari ini, 39 hari pasca operasi saya masih merasakan nyeri dan keterbatasan gerak serta aktivitas.

Setiap kali saya bisa merasakan makan enak, berdiri, duduk, tidur dan berjalan dengan nyaman saya sungguh merasa bersyukur atas anugerah yang Allah berikan kepada saya.
Kurang lebih 2,5 bulan saya berhenti total dalam aktivitas keseharian saya. Mulai dari menggondong si kecil "Atha", jalan-jalan, aktivitas dirumah atau saya bahkan berhenti dari pekerjaan saya dan menjadi ibu rumah tangga yang sementara ini tidak bisa mengerjakan pekerjaan rumah tangga kecuali memasak yang ringan-ringan saja itupun sebentar dan menulis/membaca.

Saya menulis ini tidak ada tujuan lain selain membagikan cerita kepada embak-embak, calon ibu, para suami dll agar selalu berhati-hati dalam memilih persalinan agar tidak menyesal kemudian dan senantiasa menjaga waktu sehat sebelum datangnya sakit.

Karena persalinan sesar memiliki resiko jangka panjang yang bisa jadi fatal untuk ibu :
1. Merasakan sakit/ nyeri lebih lama, mulai sewaktu dioperasi, setelah operasi dan mungkin masih akan terasa dalam jangka panjang.
2. Pemulihannya membutuhklan waktu yang lebih lama
3. Rentan terkena infeksi
4. Terdapat bekas luka, yang mulai dari setelah operasi sampai sembuh harus dirawat dengan baik.
5. Keterbatasan gerak/aktivitas. Setelah operasi kita tidak boleh mengangkat yang berat-berat
6. Kemungkinan waktu yang hilang untuk menjalin kedekatan dengan anak 
7. Bisa jadi ada efek lain yang baru diketahui setelah sekian lama (Seperti yang saya alami)
8. Untuk melahirkan kembali secara normal peluangnya kecil
9. kelahiran berikutnya harus diberi batasan waktu.

*Saya menulis dengan mengalir begitu saja, tidak ada maksud dan tujuan lain selain berbagi. Mohon maaf kalau ada kesalahan/kekeliruan dalam ungkapan tulisan saya karena saya hanyalah manusia biasa yang jauh dari sempurna*

Salam

Friday, April 05, 2013

Adik Atha sukanya mainan di dapur

Setelah resign dari pekerjaan dan pemulihan pasca operasi, kesibukanku kalo pagi lebih banyak didapur, siangnya buka2 n posting blog  
Karena belum boleh beraktivitas banyak dan berat, sementara hanya itu saja keseharianku.
Jenuh juga... 

Tapi, mengikuti perkembangan dan melihat tingkah polah si kecil, kejenuhannya banyak berkurang, biarpun hanya jadi pengamat. Selebihnya ada Mbak Ti yang mengurus semua urusan rumah tangga dan adik Atha.
Kalau saya lagi masak didapur nih Bun, Atha langsung menghampiri. Apa aja yang bisa diraih, akan diraihnya.
Seperti contohnya : membuka dispenser sampe airnya ngalir ke lantai-untungnya tidak pernah dicolokin ke listrik, mbuka pure it, rambatan ke kursi dapur, dan favoritnya ngolong ke bawah meja sama rak berisi perkakas masak.
Ada panci, wajan, kaleng susu, cetakan agar-agar semua tak luput dari jangkauannya. Kalau sudah dipegang maka barang-barang itu akan dibenturin ke lantai sehingga menghasilkan bunyi yang ramai kalo tidak dibilang berisik hee...
Begitulah, aktivitas Bunda Atha di dapur dengan ditemani suara kaleng/panci dari adik Atha ;)
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Gulai nangka


Bahan :
500 gr nangka muda, bersihkan, potong-potong, rebus 15 menit, tiriskan.
1,5 liter air kaldu ayam/sapi
2 batang serai, geprek
3 cm jahe, geprek
3 cm lengkuas, geprek
5 lembar daun jeruk
2 lembar daun salam
300 ml Santan kental
2 sendok minyak goreng untuk menumis

Bumbu halus :
10 siung bawang merah
5 siung bawang putih
5 buah cabe merah
3 cm kunyit
Garam dan gula sesuai selera

Cara memasak :
Tumis bumbu halus hingga harum
Masukkan serai, daun salam, dan daun jeruk, aduk-aduk
Masukkan tumisan bumbu, ke dalam kaldu yang sudah dididihkan
Masukkan nangka dan santan kental
Masak sampai matang dengan api sedang

Thursday, April 04, 2013

Resep Pepes Tahu


Bahan :
450 gram tahu, haluskan
1 batang serai, iris halus
2 batang daun bawang, iris halus
2 butir telur, kocok lepas
1 ikat daun kemangi, ambil daunnya
Daun pisang secukupnya

Bumbu halus :
5 siung bawang putih
8 butir bawang merah
4 butir kemiri yang sudah digoreng
2 ruas jari kunyit
4 batang cabai merah
Garam & gula pasir secukupnya

Langkah-langkah :
Campur semua bahan dan bumbu halus, aduk rata
Ambil 2 sendok makan adonan, bungkus dengan daun pisang ulangi higga semua adonan habis
Kukus 20 menit
Angkat
Sajikan hangat

Wednesday, April 03, 2013

Resep Bakwan Sayur

Resep Bakwan Sayur

Bahan :
50 gram tauge
75 gram kol, iris tipis
100 gram wortel, potong berbentuk lidi
2 batang daun bawang, iris tipis
3 batang seledri, iris kasar
minyak goreng
100 gram tepung terigu
100 gram tepung beras
1 butir telur

Bumbu dihaluskan :
6 butir bawang merah
4 siung bawang putih
1/2 sdt merica
1/2 ruas jari kunyit
garam secukupnya

Tips :
Campur semua tepung dengan bumbu halus, tuang air secukupnya, aduk rata sampai adonan tepung rata
Masukkan sayuran, aduk rata.
Panaskan minyak di atas api sedang
Goreng per 3 sendok adonan sampai menguning
Balik gorengan sampai kediua sisi berwarna kekuningan
Angkat dan tiriskan.
Hidangkan selagi panas.
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Monday, April 01, 2013

Sayur Asem

Bahan :

1.500 ml air
50 gram buah melinjo
1 ikat daun melinjo muda
100 gram nangka muda
2 buah jagung manis, potong-potong
100 gram labu siam, potong-potong
10 utas kacang panjang, potong agak panjang
(Biasanya kalau di pasar/ penjual sayur keliling bahan-bahan sudah ditentukan)

Bumbu yg dihaluskan :
8 butir bawang merah
4 butir kemiri, sangrai
1 sdt terasi matang
2 sdt garam

Bumbu lain :
5 buah cabai merah dipotong serong
2 sdt gula pasir
2 buah asam jawa yang masih muda
3 Lembar daun salam
3 cm lengkuas, iris tebal lalu memarkan

Cara memasak :

Didihkan air
Masukkan bumbu yang sudah dihaluskan, buah melinjo, nangka, daun salam, lengkuas, dan asam.
Tunggu sampai berbau harum dan nangka + melinjo empuk.
Masukkan jagung manis, labu siam, kacang panjang, dan daun melinjo.
Masukkan gula pasir dan garam
Masak hingga mendidih dan sayuran matang

Selamat mencoba
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Resep Garang Asem Ayam

Bahan :
1 ekor ayam, potong 10 bagian
500 ml santan kental
Garam
Daun pisang
Tusuk gigi

Bumbu : (diiris tipis)
7 butir bawang merah
5 siung bawang putih
5 cabe merah
5 cabe rawit
5 cabe setan
3 cm kunyit
5 cm lengkuas 
5 buah kemiri, sangrai kemudian ulek
10 buah belimbing wuluh, iris agak tebal
4 buah tomat, potong sesuai selera
10 lbr Daun salam

Langkah-langkah :
1. Santan yg sudah disiapkan dicampur dengan semua bumbu, ayam dan garam. Aduk-aduk.
Cicipi rasanya
2. Masukkan ayam beserta bumbu, bungkus bentuk tum dengan daun pisang. Jika takut robek, dibelakang daun pisang, alasi dengan plastik
3. Kukus hingga matang. Kurang lebih 45 menit.

Selamat mencoba
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT