Tuesday, May 19, 2015

Menikmati Kue Ape


Sabtu pagi, pas mau ke Cileungsi Hijau secara tidak sengaja ketemu dengan penjual keliling kue ape yang lagi mangkal di jalan Metland.
Ayah yang memang demen banget sama kue ini akhirnya menghampiri si penjual kue ape.
Kebetulan kualinya sudah dipenuhi adonan yang hampir matang dimasak.
Ternyata, selain Ayah, anaknya juga sukaaa banget. Hap-hap. Dalam waktu singkat ayah dan Atha udah habis beberapa potong/ lembar.
Bedanya, kalau Atha yang dimakan justru tengahnya saja. Pinggirannya yang renyah dikasih Bunda.
Happp... Nyemm nyem..
Enak dimakan selagi hangat.
Yang penasaran cara buatnya kue ini, simak tip'snya dibawah ;)

Bahan-bahan:
1. 5 butir telur
2. 200 gram tepung beras
3. 100 gram tepung terigu
4. 1 sdt baking powder
5. 1/2 sdt garam
6. 175 gram gula pasir
7. 400 ml air
8. 25 ml air daun suji (dari 25lbr daun suji + 2 lbr daun pandan)
9. 8 tetes pasta pandan

Cara membuat:
1. Campur tepung beras, tepung terigu, baking powder dan garam jadi satu.
2. Masukkan gula dan tambahkan setengah bagian air sedikit2, uleni selama 15 menit hingga rata.
3. Masukkan air daun suji sedikit2 sambil dikocok perlahan sampai menyatu. Diamkan 1 jam sampai adonan mengembang 2x lipat.
4. Panaskan kuali kue api di atas api besar, olesi kuali dengan sedikit minyak.
5. Tuang adonan ke dalam kuali dengan sendok sayur, tekan bagian tengahnya hingga membentuk pinggiran berkulit renyah. Tutup
6. Kecilkan api dan biarkan matang sekitar 3-4 menit.

Arinday Atha
Sms, Wechat : 081575004141
PIN BB : 277AD653

Jepret...jepret


Alhamdulillah...
Suatu kebanggaan tersendiri, Perum Relife Geenville memiliki beberapa area playground dan taman-taman yang cantik di setiap sudut atau disepanjang jalannya.
Bunga yang bermekaran berwarna merah terang/ Jingga/ Orange menambah cantik pemandangan.
Ditambah tembok yang dilapisi semacam bata kotak yang ditengahnya bolong menjadikan suasana 'menyatu dengan alam' lebih memikat.
Disetiap tempatnya memiliki keindahan tersendiri.
Jeprett...

Monday, May 18, 2015

Mudahnya Membuat Kompos

Mudahnya Membuat Kompos

(Dikutip dari: http://pustaka.pu.go.id/new/artikel-detail.asp?id=330)

Mudahnya Membuat Kompos


Sampah organik diyakini sebagai penyumbang terbesar meningkatnya akumulasi sampah berbagai kota di Indonesia karena umumnya sampah organik merupakan komposisi sampah terbesar, yakni sekitar 60-70%. Dilatarbelakangi oleh semakin terbatasnya lahan yang tersedia untuk Tempat Pembuangan Akhir (TPA) maka perlu dilakukan upaya-upaya mengurangi timbulan sampah yang dibuang ke TPA dimulai dari sumbernya (rumah tangga). Salah satu upaya mengurangi sampah yang dibuang ke TPA dapat dilakukan melalui pemanfaatan sampah organik dengan metode pengomposan. 

Pengomposan merupakan upaya pengelolaan sampah organik, yang berprinsip dasar mengurangi atau mendegradasi bahan-bahan organik secara terkontrol menjadi bahan-bahan non-organik dengan memanfaatkan aktivitas mikroorganisme berupa bakteri, jamur, juga insekta dan cacing. Sistem pengomposan ini mempunyai beberapa keuntungan, antara lain menghasilkan produk yang ekologis dan tidak merusak lingkungan karena tidak mengandung bahan kimia dan terdiri dari bahan baku alami. Selain itu, masyarakat dapat membuatnya sendiri, tidak memerlukan peralatan dan instalasi yang mahal. Unsur hara dalam pupuk kompos ini juga bertahan lebih lama jika dibandingkan dengan pupuk buatan serta dapat mengembalikan unsur hara dalam tanah sehingga tanah akan kembali produktif.

Klasifikasi pengomposan berdasarkan ketersediaan oksigen yang diperlukan pada proses pembuatannya dapat dikelompokkan menjadi  aerobik (bila dalam prosesnya menggunakan oksigen/udara) dan anaerobik (bila dalam prosesnya tidak memerlukan adanya oksigen). Pengomposan aerobik lebih banyak dipilih karena tidak menimbulkan bau, waktu pengomposan lebih cepat, serta temperatur proses pembuatannya tinggi sehingga dapat membunuh bakteri patogen dan telur cacing sehingga kompos yang dihasilkan lebih higienis. Lingkup pengomposan yang paling kecil dapat dimulai dari skala rumah tangga. Pengomposan skala rumah tangga maupun skala lingkungan dapat dilakukan dengan menggunakan metode tanam di tanah, metode keranjang takakura dan metode komposter sederhana dalam gentong atau drum plastik.

Metode pembuatan kompos yang paling sederhana kita ambil dengan menggunakan komposter sederhana yang relatif sangat mudah dibuat. Kita dapat memanfaatkan gentong atau drum plastik bekas wadah cat untuk digunakan sebagai wadah pembuatan kompos. Terdapat beberapa tahapan dalam pembuatan kompos yang sangat mudah dilakukan, yaitu :
a.    Penyiapan wadah pembuatan kompos
Sediakan ember, pot bekas, ataupun wadah lainnya, upayakan terbuat dari plastik untuk menghindari karat akibat air lindi kompos. Lubangi bagian dasar dan letakkan di wadah yang dapat menampung rembesan air dari dalamnya.
b.    Penyiapan bahan baku kompos
Proses awal dari pembuatan kompos bahan baku berupa sampah organik. Yang dimaksud dengan sampah organik di sini adalah sampah sisa-sisa buangan dapur seperti sisa nasi, sayuran, buah-buahan, daun tanaman dan sampah organik sejenis lainnya. Untuk menghasilkan sampah organik yang bersih maka harus dilakukan pemilahan antara sampah organik dan sampah non-organik. Pemilahan ini dilakukan karena  sampah anorganik dapat mempersulit proses pengomposan. Untuk mempermudah proses pengomposan, sampah yang masih berbentuk memanjang terlebih dahulu dipotong-potong secara manual hingga mencapai ukuran ± 5 cm.
c.    Pembuatan tumpukan
Tahapan selanjutnya adalah membuat tumpukan. Sampah organik hasil proses pemilahan ditumpukkan di wadah pengomposan. Masukkan sampah organik ke dalam wadah (drum) setiap hari. Taburi dengan sedikit tanah, serbuk gergaji, atau kapur secara berkala. Bila Anda memiliki kotoran binatang, kotoran tersebut bisa ditambahkan pada tumpukan tadi untuk meningkatkan kualitas kompos. Setelah penuh, tutup drum dengan tanah dan diamkan selama dua bulan. Setelah itu kompos sudah dapat dipanen sebagai kompos matang.
d.    Penyiraman
Proses selanjutnya adalah menyiram tumpukan tersebut dengan air secara merata. Proses penyiraman ini dilakukan agar bakteri dapat bekerja secara optimal. Proses ini dilakukan jika tumpukan sampah terlalu kering. Kadar air yang ideal dari tumpukan sampah selama proses pengomposan adalah antara 50- 60% dengan nilai optimal sekitar 55%.
e.    Pemantauan suhu
Proses selanjutnya adalah melakukan pengukuran suhu pada tumpukan dengan termometer kompos. Cara pemantauan suhu adalah dengan menancapkan termometer ke dalam tumpukan sampah dan biarkan sampai jarum penunjuk suhu posisinya tidak berubah-ubah lagi. Agar bakteri patogen dan bibit gulma mati maka suhu harus dipertahankan pada kisaran 60-70 °C.
f.    Pengayakan
    Proses selanjutnya adalah melakukan pengayakan dengan tujuan untuk memperoleh ukuran butiran yang seragam. Pengayakan dilakukan karena dikhawatirkan terdapat bahan anorganik seperti kaleng/logam lainnya, plastik, dan bahan lain yang masih tertinggal dan sulit terdekomposisi terdapat di dalam tumpukan sehingga kualitas kompos yang dihasilkan kurang baik. Hasil dari proses pengayakan ini adalah kompos yang halus dan yang kasar. Kompos halus biasanya untuk tanaman hias dan tanaman kecil lainnya, sementara yang kasar dapat digunakan untuk tanaman buah-buahan serta tanaman besar lainnya.
g.    Pengemasan
Setelah diayak maka kompos siap untuk dikemas ke dalam karung atau plastik yang kedap air dan  bisa disimpan, bisa digunakan sendiri ataupun dipasarkan.

Kualitas kompos yang dihasilkan tergantung pada kandungan-kandungan yang ada dalam kompos tersebut. Kualitas kompos juga tergantung pada material-material lain yang dicampurkan dalam materi organik tersebut. Apabila kompos terbuat dari bahan baku sampah organik, maka pemilahan harus dilakukan secara ketat sehingga bahan-bahan yang merugikan terhadap kualitas pupuk kompos dapat dihindari. Ciri-ciri kompos yang yang berkualitas baik antara lain tidak berbau (bau tanah), warna coklat kehitaman, PH netral, rasio karbon/nitrogen: 15 – 20, kadar air kompos ± 30 % serta bebas bakteri patogen.

Berbeda dengan produk dari sampah anorganik, pupuk kompos yang merupakan hasil pengolahan dari sampah organik, kualitasnya relatif dapat dikontrol. Namun demikian, pupuk kompos pun tidak dapat disamakan dengan pupuk kimia. Secara jangka pendek, pupuk kimia akan kelihatan menguntungkan, namun dalam jangka panjang akan merusak unsur hara dalam tanah. Berbeda dengan pupuk kompos, justru akan memperkaya unsur hara dalam tanaman. Membuat kompos itu ternyata mudah bukan? Tunggu apa lagi, yuk kita bikin kompos! 


Yuukk maiin


Sambil bersepeda, sambil olah raga sambil pula bermain ...
Hal itu sudah menjadi aktivitas harian Atha dan Bunda di pagi hari.
Jam 6 pagi cuzz dari rumah, bersepeda keliling perumahan.
Mangkalnya di playground belakang estate.
Disitu Atha bisa main ayunan, perosotan, enjot2an daaaann mainan pasir sampai puas.
Sementara Bubun baca Femina sama handphone'an :D

Arinday Atha
Sms, Wechat : 081575004141
PIN BB : 277AD653

Sunday, May 17, 2015

Moo Nyusu Freshmilk


Pas lewatin perumahan GAS (Griya Alam Sentosa) ada booth yang cukup rame pengunjung.
Penasaran...
Ditambah cuaca panas yang bikin haus terus, rasanya pas dan tidak ada salahnya mencoba jajanan es baru
Yaa namanya Moo Nyusu Freshmilk.

Ada 16 farian rasa; Susu Murni Tawar, Susu Murni Manis, Lychee, Melon, Coklat, Durian, Strawberry, Blueberry, Vanilla, Capuccino, Grape, Taro, Bubble Gum, Choco Caramel, Mocca dan Oreo Cream. Pelengkapnya ada 2 macam topping, Bubble dan Milk Egg Pudding.
Harga mulai dari Rp5.000,-
Saya memutuskan untuk mencoba rasa cokelat yang harganya Rp8.000,-.

Setelah mencobanya, menurut saya rasanya tidak terlalu istimewa untuk ukuran harga delapan ribu rupiah. Atau barangkali karena es batunya kebanyakan, jadi rasa cokelat Moo Nyusu...nya kurang berasa.

Arinday Atha
Sms, Wechat : 081575004141
PIN BB : 277AD653

Friday, May 15, 2015

Main di taman


Jam 6 pagi cuzz dari rumah
Sepedaan keliling lapangan sampai kantor pemasaran.
Singgah di playground yang ada dibelakangnya.
Main dulu ayunan, enjot2an, perosotan dan main pasir.
Sebagai penutup, sepedaan keliling cluster Fruitville sebagai akhir perjalanan.

Arinday Atha
Sms, Wechat : 081575004141
PIN BB : 277AD653

Late post, Nganjuk 24 -28 April 2015




Arinday Atha

Sms, Wechat : 081575004141
PIN BB : 277AD653

Saturday, May 09, 2015

Lain dulu lain sekarang

Ternyata setelah 2 tahun tidak lagi pernah naik kereta api untuk perjalanan jauh (antar propinsi), rupanya KAI sudah benar-benar lain, lain dulu lain sekarang.

Terakhir saya naik KAI pada Desember 2012 dalam rangka pindahan dari rumah Kendal ke Metland-Cileungsi bersama Atha dan Mba Ti (pengasuh Atha). Tiket yang diambil kereta Bisnis, kondisinya didalam kereta panas, berdebu, kotor, pendinginnya dari beberapa Kipas angin di dalam satu gerbong, bau pesing. Intinya kurang nyaman untuk anak kecil (rewel karena kepanasan).

Hari ini saya memesan 4 tiket untuk 3 orang (saya, suami dan Atha) perjalanan dari St.Pasar Senen (Jakarta) ke Stasiun Nganjuk (Jawa Timur). Harga tiket kereta Ekonomi masing-masing @Rp90.000,-
Kondisi kereta yang sekarang, sudah sangat jauh berbeda.

Kini kereta sudah dipasangi 6 buah AC dalam satu gerbong. Dalam 1 gerbong ada 109 kursi peenumpang yang hampir semua sudah terisi. Pintu dan jendela juga tertutup sehingga didalam kereta bersih. Bau pesing juga sudah tidak tercium lagi, ada juga colokan listrik dibawah tempat minum dan kantong kresek untuk mengumpulkan sampah. Jadi, selama diperjalanan tidak usah mematikan HP karena khawatir kalau-kalau saat kereta sampai di tujuan baterei sudah lowbath sehingga kesulitan untuk menghubungi keluarga/ orang yang akan menjemput.

Di foto, Anda bisa melihat sendiri bagaimana dinginnya kondisi di dalam kereta. Atha yang tertidur pulas sampai-sampai ditambahin syal+jaket+baju ayah untuk menghangatkan. Karena saya tidak membawa kaos kaki jadinya kaki saya masukkan ke dalam tas (hmmm... Cukup membantu menghangatkan).

Sooo... Buat Anda yang hendak bepergian dengan moda transportasi Kereta Api, tidak usah gengsi menggunakan jenis KA Ekonomi. Karena fasilitasnya sudah memadai. Jangan lupa, persiapan:
1. Membeeli tiket jauh hari sebelum keberangkatan (saya memesan tiket sekitar sebulan sebelumnya)
2. Membawa Jaket, sarung tangan, kaos kaki, syal.

Terakhir, Anda tidak usah lagi membawa kipas seperti saya heee..., karena sudah pasti tidak akan terpaka.

Salam

Arinday Atha
Sms, Wechat : 081575004141
PIN BB : 277AD653
http://arinday-atha.blogspot.com
http://buku-second.blogspot.com