Wednesday, July 02, 2008

Baca-baca…

Seringnya, saya hanya bisa menyelesaikan membaca satu buku untuk satu minggu dan untuk buku yang berkisar 300-400 halaman.
Minimal, sebulan saya hanya membaca satu buku saja.
Pastinya, itu bukan buku pelajaran, kalo buku pelajaran, berat banget! boro-boro sebulan kelar, sampai akhir mata kuliah itu juga mungkin tidak selesai dibaca sendiri. Bacanya pas kalo mau ujian saja atau dalam kondisi terpaksa atau betul-betul berkepentingan dengan buku itu.
Pas pulang ke Banjar, iseng saja saya bawa ”Rahasia bisnis orang Jepang” karya Ann Wang Seng, fuih...gak kerasa bisa katam setengah hari, sampai mata saya keset gara-gara menthelengin itu buku terus. Isinya bagus banget, membahas tentang kiat awal bernegosiasi dan berhubungan bisnis dengan orang Jepang, yang diceritakan bahwa orang Jepang sebisa mungkin untuk menghindari berkata “tidak” atau menolak ajakan bisnis dari orang/perusahaan lain. Selain itu dibahas mengenai semangat bushido juga samurai buta.
Waktu kerja orang Jepang terkenal paling produktif di dunia, melebihi AS. Biaya hidup di Jepang yang semakin tinggi yang diimbangi dengan gaji yang tergolong paling tinggi di dunia. Diceritakan pula bagaimana Jepang yang terkenal sebagai bangsa peniru ternyata membuat produk tiruannya bernilai tinggi setelah mendapat modifikasi sentuhan Jepang.
Tentunya, bangsa Indonesia juga bangsa lain yang pernah dijajah tidak melupakan begitu saja sejarah tentara-tentara Jepang yang terkenal bengis dan kejam. Mereka terkenal bangsa yang patriotismenya begitu tinggi dan menganggap bahwa budaya mereka paling tinggi.
Dalam memecahkan suatu masalah, mereka lebih suka dengan berdiskusi. Begitu pula hasil yang didapat, tidak diatasnamakan pribadi melainkan atas nama kelompok. Semangat untuk mencurahkan penuh perhatiannya pada perusahaan tempat mereka bekerja melebihi segalanya, yang bahkan sampai rela untuk hidup berjauhan dengan istri, anak-anak dan keluarganya. Tak heran, kalo di Jepang perpindahan tenaga kerjanya sangat minim, bahkan tak jarang satu orang hanya akan bekerja pada satu perusahaan saja untuk sepanjang hidupnya. Loyalitas terhadap perusahaan dan kelompoknya tidak diragukan lagi.
Pas mau naruh bukunya ke almari, sekalian saya bongkar lagi buku-buku lama saya yang sengaja saya taruh dirumah, saya baru ingat, kalo dulu, pertama kuliah saya begitu tertarik dengan yang berhawa ke Jepun-Jepunan, terutama karya Remy Silado. Karya pengarang lain, yang saya sukai ad.Pramudya Ananta Toer, Seno Gumira Aji Dharma juga beberapa kumpulan cerpen yg diterbitkan Kompas. Alhamdulillah, saya masih mendapatinya lengkap, biarpun ada yang kucel karena beberapa kali berpindah tangan.
Saya sering membiarkan diri saya larut dalam baca’an buku-buku non fiksi atau biografi atau sejenisnya, tapi sulit untuk membuat saya sendiri tertarik berlarut membaca buku pelajaran. Yah…ketidak tertarikan yang dibiarkan berlarut, dan hanya upaya kecil untuk memjaga tetap membacanya.

1 comment:

Pramono Sekti said...

...kalau perlu bikin rak sendiri,kan bisa ditata rapi...termasuk buku pelajarannya...suatu saat pasti berguna...