Ibu mana... yang hatinya tidak terluka mendapati anaknya 'tidak diterima' saat bermain di teras rumah tetangga. Entah karena memang ber'salah atau disalahkan.
Memang anak saya usil tapi 100% saya yakin anak saya tidak ada niat jahat.
Usil untuk seumurannya, 4th 6bln dan wajar.
Atau mungkin karena badannya yang lebih besar untuk seumurannya?
Entahlah...
Hanya ada 2 keyakinan dalam diri saya.
1. Anak saya usil
2. Anak tetangga terlalu dalam perlindungan, jangan sampai kena senggol.
Alih-alih saya menarik anak saya untuk masuk rumah lalu kunci pintu, saya menyuruhnya untuk tetap bermain dengan anak lain tentunya. Tapi saya wanti-wanti untuk selalu menjaga tangan-mulut-dan kakinya, jangan sampai mengenai/ melukai orang lain.
Sambil terus bermain, saya tetap mengawasi dan mendoakannya, memohon bimbingan dan perlindunganNya agar ia dijauhkan dari segala sesuatu yang membahayakan dirinya sendiri maupun orang lain.
Saya ingin ia tumbuh jadi seseorang yang pemberani, bertanggung jawab, kuat, luas pergaulan, luas pengetahuan, banyak bermain dengan dunia kecilnya dan berbahagia di usianya.
Banyak hal yang dapat ia pelajari dari sikap usilnya, dengan terus-menerus tanpa bosan memberitahu hal-hal yang baik>< tidak baik, boleh >< tidak boleh dilakukan, membahayakan atau merugikan orang lain.
Masa kecil anak adalah masa-masa ia tumbuh dan berkembang, baik fisik maupun psikisnya, jangan kita mengkerdilkannya dan mematikan potensi/ bakat yang mungkin ia miliki namun tak sempat ia munculkan karena mungkin ke-egoisan kita sebagai orang tua yang tidak mau 'repot' dengan urusan konsekuensi dari ke'usil'an anak kita.
Kita sebagai orang tua tidak berarti juga sudah berhenti belajar.
Justru memiliki anak yang super aktiv, orang banyak menyebutnya usil/ nakal/ bandel, memberi kita banyak sekali pelajaran berharga dalam hidup yang semoga kita bisa mengambil hikmahnya dengan menjadi lebih sabar, lebih toleran, lebih berhati-hati, lebih menghargai, lebih dewasa dan lebih bijaksana.
Abaikan gunjingan, prasangka dan sikap sinis orang lain terhadap kita dan anak kita.
Lindungi'lah anak kita dengan tidak terlalu memanjakannya, memberi tahu mana yang baik dan mana yang tidak baik, yang benar atau salah, cintai Dan sayangi mereka, dampingi dan buatlah ia berbahagia dengan masa kecilnya.
Semoga engkau siap menyongsong hari esok dengan bahagia, mulia dan mandiri.
Aamiin.
-Karena Bunda sayang Atha-
No comments:
Post a Comment