Dulu sewaktu masih kost di Pleburan, saya rajin pakai masker. Tahu kenapa? karena ada teman saya yang hobinya ndandanin orang lain n' mesti selalu ngasih komentar tentang dandanan, pakaian, aksesoris, pokoknya yang ada hubungannya ma gaya deh!
Semula, saya pikir ngapain coba koment terus sama dandanan orang lain. Tapi akhirnya, itu berimbas yang cukup dahsyat juga!. Temen-temen kost saya (sekitar 14an orang) jadi pada rajin dandan n' terutama merawat muka. Mulai dari facial foam, cleanser-astringent, obat jerawat, obat bercak hitam sampai peeling & maskeran. Asyiknya, kalo maskeran kita ngerjainnya rame-rame. Ada dibuat jadwal gitu. dan biasanya niy... temen saya itu yang paling rajin ngutak-atik kulit muka orang lain, terutama pas mencet-mencetin jerawat yang katanya bikin dia puas kalau berhasil ngumpulin jerawat banyak dari muka 'korban'.
Dulu sih, maskernya masih dalam bentuk bubuk saja yang sering repot n belepotan sewaktu dipake. Tapi sekarang, ada masker dalam bentuk gel, krim atau pasta.
Mau tahu lebih jauh tentang masker, yuuukk!! baca sampe selesai ya...
Menggunakan masker tak perlu menunggu sampai kulit bermasalah. Jadikan sebagai rutinitas terjadwal. Sebenarnya, masker berfungsi seperti pembersih. Saat menjalani facial dan massage di klinik kecantikan (di Semarang ada Viva di Jl. Thamrin, Erha di daerah kampung kali, Natasha di Jl.Seroja, St.Anna di Sampangan, Matrix di Pleburan dan masih banyak lagi), pasti adatahap perawatan menggunakan masker. Sebelum mengoleskan masker, wajah harus di bersihkan dulu, bisa dengan sabun wajah atau susu pembersih. Sebagai pelengkap kosmetik pembersih, masker tidak dapat bekerja sendiri. Bila wajah masih kotor dan banyak sel-sel kulit matinya, maka masker kurang dapat bekerja dengan optimal menyerap kotoran pada kulit. Penggunaan masker tidak harus di klinik kecantikan, tapi dapat juga dilakukan sendiri di rumah. Yang penting adalah ikuti anjuran pemakaiannya.
Masker yang pengaplikasiannya tidak terlalu lama, biasanya akan membuat kulit akan mengering setelahnya. Untuk membersihkan maskerdapat dengan menggunakan handuk dan air hangat dan ada pula yang dengan cara dikelupas (peel of mask).
Kalau saya, untuk alasan kepraktisan (baca: ogah repot!) saya menggunakan jenis masker yang bisa dikelupas, orange peel of mask (for normal to combination skin) untuk menghilangkan sel-sel kulit mati dan kotoran. Cukup sepuluh menit saja, lalu dikeletek, beres!. Tidak perlu tambahan racikan lainnya. Jika berminat pesan, silakan mail saya (arinday@gmail.com) heheh...:D.
Untuk yang berkulit kering, sebaiknya mencari masker yang mengandung bahan-bahan untuk melembabkan, sepertilidah buaya atau hyaluronic acid. Selain meningkatkan kadarair pada kulit, juga membeuat kulit lebih segar dan kenyal. Sebaliknya, untuk kulit yang berminyak, cari yang mengandung jeruk atau belerang.
Orang Indonesia biasanya bermasalah dengan pori-pori besar. Masker jenis tanah liat cukup membantu menyerap kelebihan minyak dan membersihkan pori-poridari kotoran. Atau jika sekaligus ingin menghilangkan noda hitam, pilih yang mengandung vitamin C yang berfungsi melancarkan proses regenerasi kulit. Sedang bagi yang mulai mengalami masalah penuaan, seperti timbulnya kerutan, coba cari yang mengandung kolagen atau ceramide.
Paling untung, tentunya mereka yang berkulit normal. Bisa memakai berbagai jenis masker, dari yang berbahan dasartimun, anggur sampai rumput laut.
Masker biasanya dipakai seminggu sekali atau sebulan sekali (tergantung kondisi kulit wajah). Bila dilakukan secara benar, akan membuat kulit wajah bersih, cerah juga kencang.
Pada dasarnya, ada tiga jenis bentuk masker, asal kandungannya sebenarnya sama, perbedaan bentuk hanya berefek pada tingkat kepraktisan. Selama sudah cocok pada wajah, silakan pilih yang anda suka :D.
Semula, saya pikir ngapain coba koment terus sama dandanan orang lain. Tapi akhirnya, itu berimbas yang cukup dahsyat juga!. Temen-temen kost saya (sekitar 14an orang) jadi pada rajin dandan n' terutama merawat muka. Mulai dari facial foam, cleanser-astringent, obat jerawat, obat bercak hitam sampai peeling & maskeran. Asyiknya, kalo maskeran kita ngerjainnya rame-rame. Ada dibuat jadwal gitu. dan biasanya niy... temen saya itu yang paling rajin ngutak-atik kulit muka orang lain, terutama pas mencet-mencetin jerawat yang katanya bikin dia puas kalau berhasil ngumpulin jerawat banyak dari muka 'korban'.
Dulu sih, maskernya masih dalam bentuk bubuk saja yang sering repot n belepotan sewaktu dipake. Tapi sekarang, ada masker dalam bentuk gel, krim atau pasta.
Mau tahu lebih jauh tentang masker, yuuukk!! baca sampe selesai ya...
Menggunakan masker tak perlu menunggu sampai kulit bermasalah. Jadikan sebagai rutinitas terjadwal. Sebenarnya, masker berfungsi seperti pembersih. Saat menjalani facial dan massage di klinik kecantikan (di Semarang ada Viva di Jl. Thamrin, Erha di daerah kampung kali, Natasha di Jl.Seroja, St.Anna di Sampangan, Matrix di Pleburan dan masih banyak lagi), pasti adatahap perawatan menggunakan masker. Sebelum mengoleskan masker, wajah harus di bersihkan dulu, bisa dengan sabun wajah atau susu pembersih. Sebagai pelengkap kosmetik pembersih, masker tidak dapat bekerja sendiri. Bila wajah masih kotor dan banyak sel-sel kulit matinya, maka masker kurang dapat bekerja dengan optimal menyerap kotoran pada kulit. Penggunaan masker tidak harus di klinik kecantikan, tapi dapat juga dilakukan sendiri di rumah. Yang penting adalah ikuti anjuran pemakaiannya.
Masker yang pengaplikasiannya tidak terlalu lama, biasanya akan membuat kulit akan mengering setelahnya. Untuk membersihkan maskerdapat dengan menggunakan handuk dan air hangat dan ada pula yang dengan cara dikelupas (peel of mask).
Kalau saya, untuk alasan kepraktisan (baca: ogah repot!) saya menggunakan jenis masker yang bisa dikelupas, orange peel of mask (for normal to combination skin) untuk menghilangkan sel-sel kulit mati dan kotoran. Cukup sepuluh menit saja, lalu dikeletek, beres!. Tidak perlu tambahan racikan lainnya. Jika berminat pesan, silakan mail saya (arinday@gmail.com) heheh...:D.
Untuk yang berkulit kering, sebaiknya mencari masker yang mengandung bahan-bahan untuk melembabkan, sepertilidah buaya atau hyaluronic acid. Selain meningkatkan kadarair pada kulit, juga membeuat kulit lebih segar dan kenyal. Sebaliknya, untuk kulit yang berminyak, cari yang mengandung jeruk atau belerang.Orang Indonesia biasanya bermasalah dengan pori-pori besar. Masker jenis tanah liat cukup membantu menyerap kelebihan minyak dan membersihkan pori-poridari kotoran. Atau jika sekaligus ingin menghilangkan noda hitam, pilih yang mengandung vitamin C yang berfungsi melancarkan proses regenerasi kulit. Sedang bagi yang mulai mengalami masalah penuaan, seperti timbulnya kerutan, coba cari yang mengandung kolagen atau ceramide.
Paling untung, tentunya mereka yang berkulit normal. Bisa memakai berbagai jenis masker, dari yang berbahan dasartimun, anggur sampai rumput laut.
Masker biasanya dipakai seminggu sekali atau sebulan sekali (tergantung kondisi kulit wajah). Bila dilakukan secara benar, akan membuat kulit wajah bersih, cerah juga kencang.
Pada dasarnya, ada tiga jenis bentuk masker, asal kandungannya sebenarnya sama, perbedaan bentuk hanya berefek pada tingkat kepraktisan. Selama sudah cocok pada wajah, silakan pilih yang anda suka :D.
No comments:
Post a Comment