Sunday, May 04, 2008

Mules setelah makan bengkoang...

Kemarin siang saya, ipung n family, jalan-jalan ke daerah Kendal-Boja. Dipinggir-pinggir jalan, banyak dijajakan bengkoang, mulai dari yang ukuran kecil-imut sampai yang guedhe! (gedhe banget ukurannya dibanding bengkoang lain dan saya jarang lihat sebelumnya) dan masih terlihat seger. Niatnya saya mau membeli ketika pulangnya saja untuk dibawa ke kost. Jadi ingat, kalo dikulkas masih menyimpan sambal kacang. Nanti kalau dimakan rame-rame bareng sama anak-anak kost kan seru :D.

Sesampai dirumah sodara, ternyata disana juga disediakan satu bengkoang yang guedhe!. Makanya pas saya potong-potong bisa jadi sepiring lonjong yang besar dan baru habis setelah dimakan rame-rame pakai sambal, jadi semacam gilo-gilo gitu, tapi yang ini buahnya bengkoang saja.

Tidak berselang berapa lama, eh malahan perut saya mulas, entah karena makan bengkoangnya atau karena sambalnya atau karena pas makannya tidak tepat ya... Yang pasti sampai tengah malam ini, saya masih merasakan mulasnya!

Bengkoang termasuk sejenis umbi. Biasanya digunakan sebagai bahan untuk rujak dan asinan atau dijadikan masker untuk menyegarkan wajah dan memutihkan kulit. Kata Mas’nya bisa juga untuk memperlancar ASI selain daun katuk.

Panjang bengkoang bisa mencapai 4-5m an, sedang akarnya dapat mencapai 2m an. Kalau disamping rumah saya di Banjarnegara bengkoangnya imut-imut, hanya sekitar 5cm an, rasanya manis, tapi panjang akarnya sekitar 1m an. Bengkoang ini membentuk umbi akar yang bulat atau seperti gasing. Kulit umbinya tipis berwarna kuning pucat dan bagian dalamnya berwarna putih dengan cairan segar agak manis. Umbinya mengandung gula dan pati serta fosfor dan ada juga kalsiumnya. Dulu pas saya masih SMP, saat pelajaran PKK pernah dikasih tugas untuk latihan membuat dan memakai masker bengkoang. Setelah bengkoang diparut, baru ampas bengkoangnya ditempelkan ke muka tanpa diperas dulu airnya. Jadi inget teman saya yang namanya Sumarno, anaknya gokil. Dia seringnyeleneh padahal sudah dikasih tahu, jangan ditempel ke daerah sekitar mata dan bibir, dia tidak menghiraukan itu Memakainya ditempelin sedikit-sedikit tapi langsung dibasuhkan kewajah seperti orang berwudlu. Setelah dibiarkan lima belasan menit, hehe... teman-teman yang melihat wajahnya terbalut masker tertawa ngakak, karena yang paling lucu, alisteman sayaitu kan tebal dan disitu pula ampasnya paling banyak nempel. Ada-ada saja....

Bengkoang ini memiliki efek pendingin karena mengandung kadar air yang cukup banyak. Rasa manisnya berasal dari suatu oligosakarida yang disebut inulin (bukan insulin) yang tidak bisa dicerna oleh tubuh manusia. Ini tentu berguna bagi penderita diabetes atau orang yang berdiet rendah kalori.

Menyimpan bengkoang sebaiknya pada tempat kering. Suhu yang lebih rendah mengakibatkan kerusakan. Penyimpanan yang baik dapat membuat buah ini bertahan hingga 2 bulan, lama juga yah....

Walaupun umbinya dapat dimakan, bagian bengkoang yang lain sangat beracun. Saya lupa racun apa itu... Katanya siy racun ini sering dipakai untuk membunuh serangga atau menangkap ikan.

No comments: