Tuesday, March 04, 2008

Celengan


Bang…bing…bung,

Yok kita nabung

Bagi kebanyakan orang, mungkin uang recehan seratus atau dua ratus, barangkali dianggap sepele, karena memang jumlahnya yang tak seberapa jika dibanding uang lembaran kertas sepuluh ribu, limapuluh ribu, bahkan seratus ribuan.

Tidak bagi saya, selain karena saya memang merasa berapapun kecilnya nominal uang itu, menurut saya itu tetap bernilai.

Pernah sewaktu saya masih duduk disemester-semester awal kuliah, saya masih melanjutkan kegemaran saya menabung, ya…menabung dengan uang recehan. Berapapun nominalnya, celengan saya siap menampung. Celengan yang menampung uang recehan saya, biasanya akan lebih aman ditempatnya, tidak gatal untuk segera membongkar, dan mengetahui berapa sudah jumlahnya dibandingkan jika menyimpan uang lembaran kertas yang nilainya lebih besar..

Entah dalam jangka waktu berapa lama tepatnya, dalam kondisi kepepet (sehabis saya kecopetan, tahun 2003an) saya teringat dengan celengan yang saya taruh dibawah ranjang tidur. Tempatnya yang berbentuk seperti drum, terbuat dari plastik berwarna coklat muda dan berdebu memang sangat tidak menarik. Kalau tidak salah waktu itu, harganya seribu limaratusan perak.

Tapi siapa sangka, ternyata dari celengan yang sudah jelek itu, saya dibantu teman saya untuk menghitung selama satu jam, saya mendapati jumlahnya sudah tujuh ratus ribuan. Wow… itu betul-betul membuat saya girang. Bagaimana tidak??! Setelah kecopetan itu, saya tidak punya uang sepeserpun.

Sampai saat ini, saya tidak bosan untuk meanampung recehan di drum yang sudah saya beli dan mulai isi bulan agustus 2007. Sudah berapakah kira-kira isinya? Wah saya tidak berani mengankatnya sampai saya merasa, drum sudah terasa tidak muat menampungnya lagi.

No comments: