Kesibukan, bisa jadi adalah sebuah pilihan. Mana yang kita lakoni, betul-betul sibuk, atau karena menyibukkan diri dengan berbagai aktivitas?
Ngomong-omong soal sibuk, teringat sewaktu masih aktif kuliah dulu. Rasanya kok…waktu begitu cepat berlalu, tahu-tahu jumlah SKS sudah diambil semua, sedangkan menjelang detik2 “minta” lulus, skripsi nih…seolah lamaaaa banget, kok ya…tidak wisuda-wisuda? Padahal tahun depan DO lhoh..!! Duh…
Awal kuliah, rutinitasnya memang boleh dibilang padat’lah… Pagi sampai sore dikampus, malam ngumpul bareng teman-teman Fepala (Pencinta Alamnya anak Fakultas Ekonomi Undip), trus habis jam malamnya anak kost baru balik ke kost-kostan nggarap tugas ini-itu yang seringkali tidak selesai sampai midnight. Sabtu-minggu selalu saja ada acara, yang naik gunung-lah (kalo ini vaf.nya ke Ungaran bareng Santi or Uut, rapelling-lah, ke LSM or aktivitas just for fun aja yang penting kumpul.
Sewaktu aktiv di PA, aktivitas yang paling menantang dan saya gemari adalah susur goa. Ya…menyusuri lorong-lorong gelap bawah tanah. Saking interestnya dengan susur goa, pernah nih…sampai bela-belain ke Gunung kidul, hanya untuk susur goa (caving). Berangkat dari
Kalau ingat masa-masa itu jadi kangen rasanya. Hey teman-teman senasib di Pendas, Jojon, Ulet n utex2? How are u? Miss u to go here!.
Sekarang, untuk berkumpul lagi sepertinya susah ya... Sudah berpisah didaerah yang berbeda-beda dan dengan kesibukan masing-masing tentunya.
Kembali ke masalah Sibuk…apa menyibukkan??
Bulan-bulan sebelum sampai pada eksekusi lulus atau DO, sepertinya Skripsi memang wajib hukumnya untuk dibikin sibuk!. Ya…harus disibukkan untuk mencari data, dukungan teorinya, tehnik perhitungannya bagaimana dan olah datanya nanti seperti apa. Masalahnya sekarang sepulang kerja jam 17.30an badan sudah berasa pegel, rehat sejenak untuk berangkat kursus jam 18.15-20.30 (kursus ini wajib hukumnya, kalau tidak mau ketinggalan kereta, eh kalo tidak mau dibilang “stupid” oleh customer). Setelah itu, bla…!! Untuk mikir skripsi, sudah ngantuk dan pikiran udah hawanya minta yang santa-santai. Kalau begini terus, kapan selesai??.
Seperti ini-nih jadinya, kalo ditunda-tunda. Kenapa ya...dulu tidak diselesaikan saja secepatnya sebelum teori-teori dan materi yang didapat perlahan hilang dari ingatan? Belum lagi untuk menghadapi kompre...
No comments:
Post a Comment