Saturday, October 17, 2015

Dengan segenap kerendahan hati, keikhlasan dan kesabaran


Membiarkan Atha bermain diluar rumah, sudah tentu bukan perkara sepele.

Banyak hal bisa saja terjadi, seperti berantem dengan teman, menabrak/ ditabrak sepeda, rebutan mainan, nyelonong masuk ke rumah orang dan masih ada beberapa hal 'sepele' lainnya.

Kenapa hal 'sepele' itu justru saya anggap penting?

Pada dasarnya, anak seumuran Atha (3th) belum tentu mengerti mana salah - mana benar, jangankan hal salah/ benar... diberi tahu agar tidak melakukan sesuatu yang dilarang Bundanya saja atau cukup menuruti kata- kata Bunda saja belum tentu dimengerti dan langsung dituruti seketika.

Saya menganggap Atha masih polos, sebisa mungkin saya awasi terus kemana Ia bergerak, tetapi tidak juga membuat Ia merasa serba di 'tempel'i. Walau demikian, geraknya yang semakin cepat terkadang nembuat saya kewalahan.
Jika sesuatu hal terjadi padanya, sudah tentu sayalah orang pertama yang akan langsung bertindak cepat dan sigap.

Disitulah kesabaran saya diuji, keikhlasan dan dengan kerendahan hati saya mengucapkan permohonan maaf terhadap siapa saja yang sekiranya merasa kurang berkenan dengan tingkah Atha. Stok kesabaran dan keikhlasan yang tiada batas....

Sangat banyak yang bisa memahami, karena banyak pula orang tua yang mengalami hal demikian seperti yang saya alami. Namun beberapa pula yang justru bersikap 'tidak menyenangkan' seolah putra-putrinya memiliki budi pekerti yang begitu luhur, yang barangkali tidak seperti yang Ia lihat dalam diri anak saya.

Duhhh Gusti
"Hanya bisa beristighfar dan tidak putus-putusnya mendoakan kebaikan untuk anak saya Atha"
Disitulah saya merasa begitu sedih....

*Love you, Son

No comments: