Sunday, October 18, 2015

Perlunya Sarapan Pagi




Memiliki anak balita, musti pandai-pandai mengatur waktu sebaik mungkin untuk menyeimbangkan kebutuhan diri sendiri, kebutuhan suami dan kebutuhan anak.

Bangun pagi, menyiapkan sarapan untuk suami yang akan berangkat kerja pukul 5 pagi, memasakkan air hangat untuk mandi dan mengecek/ mengingatkan barang bawaan suami menjelang berangkat bekerja.

Setelah suami berangkat kerja, langsung bebenah rumah, mencuci piring, mencuci dan menjemur baju, menyiapkan sarapan pagi untuk anak dan untuk sendiri. Usai pekerjaan utama itu beres, barulah mandi lalu sarapan pagi untuk diri sendiri.

Mengapa sarapan dini untuk diri sendiri itu penting? Agar:
1. Ketika anak bangun, kita sudah dalam kondisi fit dan segar
2. Setelah anak bangun, terkadang anak masih ingin duduk di pangkuan Ibunya, kalau Ibu belum sarapan bisa jadi apa yang dilakukan anak membuat Ibu uring-uringan, karena sebelumnya sudah mengerjakan beberapa hal yang cukup menguras energi.
3. Setelah anak bangun, terkadang anak minta ini-itu...yang kalau tidak diturutin anak bisa jengkel. Kalau energi kita kurang fit, hal itu juga bisa menjadi penyebab kita uring-uringan.
4. Anak terkadang minta main diluar rumah, apalagi kalau sudah mendengar suara teman-teman yang sedang bermain atau memanggil-manggil namanya. kalau kita belum sarapan yang bisa terjadi anak buru-buru disuruh pulang dengan alasan "Bunda lemas, belum sarapan" padahal bermain di pagi hari juga penting untuk pertumbuhan tulang anak.

Dan masih banyak hal lain yang menyebutkan perlunya sarapan dini untuk Ibu yang memiliki anak balita, dan belum bisa untuk dilepas bermain sendiri agar hari-hari Ibu dan Anak bisa berlangsung menyenangkan dan meminimalisir uring-uringan terhadap anak.

Semoga bermanfaat.
*Selamat sarapan

No comments: